Rabu, 09 November 2011

Jalan2 Ke mall, ehh dapat SPG

Jalan2 Ke mall, ehh dapat SPG 

[Image: 1758477_1.jpg] [Image: 1758481_2.jpg] [Image: 1758483_3.jpg] [Image: 1758485_4.jpg] [Image: 1758490_6.jpg] [Image: 1758491_7.jpg] [Image: 1758492_8.jpg]

SMA Gak Ada Matinya

SMA Gak Ada Matinya

[Image: 69xz9sk1m3pk.jpg] [Image: 1iryxqcs70kl.jpg] [Image: vb6148466run.jpg] [Image: bz5orgz9ewi1.jpg] [Image: cw8l7ecpia63.jpg]
[Image: 9lg29ltund17.jpg] [Image: wqu6i0ey65xi.jpg] [Image: fx041irwqxiy.jpg] [Image: c42jedptdhh7.jpg] [Image: jizy8s70v2pd.jpg]
[Image: tc5cc2u9fnkd.jpg] [Image: p8dlxvgik0rn.jpg]

TOGE Tante Toked Guede gan + pentil item pekat

TOGE Tante Toked Guede gan + pentil item pekat[Image: 296832_1.jpg]

[Image: 296857_2.jpg]

[Image: 296833_3.jpg]

[Image: 296858_4.jpg]

[Image: 296834_5.jpg]

[Image: 296859_6.jpg]

[Image: 296835_7.jpg]

[Image: 296860_8.jpg]

[Image: 296836_9.jpg]

Pengalaman Bercinta dengan Pembantu yang Bernafsu

Pengalaman Bercinta dengan Pembantu yang Bernafsu[Image: 1786686_32079_11776802826481.jpg] [Image: 1786689_65964_liriktidur_123.jpg]
Di tempat aku tinggal ada pembantu baru, lelaki, orangnya sepantaran aku, tinggi besar, lumayan ganteng, malah terlalu ganteng untuk jadi pembantu, harusnya jadi cover boy. Namanya Budi. Aku tertarik padanya karena dia type cowok idaman buatku. Aku kerap kali membayangkan gimana kalo aku dientot olehnya, memekku dienjot kontolnya yang dari luar celananya kelihatan menggembung, pertanda kontolnya besar.
Satu hari, aku tidak kerja sehingga dirumah seharian. Aku cuma pake daster yang mini tanpa bra, sehingga toketku bergerak2 kalo aku jalan. Kalo papasan dengan dia, kulihat matanya lekat menatap toketku yang bergerak2 itu, aku sih gak perduli. Siang itu gak ada siapa2 di tempat tinggalku. Aku duduk di meja makan membaca koran setelah menyantap makan siangku. Dia sedang ngepel di ruang makan. Aku sengaja mengangkangkan pahaku, sehingga dasterku yang mini itu makin tersingkap ke atas dan pastinya cd ku akan bisa dilihat dengan jelas oleh dia yang sedang ngepel itu. Aku tau bahwa dia pasti sedang melotot melihat paha dan cdku walaupun aku tidak melihatnya karena terhalang meja makan, karena dia tidak selesai2 ngepel lantai di sekitar meja makan itu. Aku kaget juga karena ternyata dia berani banget. Aku merasa ada rabaan di pahaku. Paha makin kukangkangkan karena aku tau pasti dia sedang ngelus2 pahaku. Aku jadi menggeliat2 karena rabaannya pada paha bagian dalam, “Aah”, erangku, karena napsuku mulai naik. “Kenapa Nes, napsu ya”, katanya. Dia memang memanggil semua yang sepantaran dia di tumah itu dengan namanya. “Tanganmu nakal sih”, kataku terengah. “Abis kamu nantang duluan sih. Udah tau aku lagi ngepel pake ngangkangin paha segala”, jawabnya dengan tetap ngelus2 pahaku, elusannya makin lama makin naik ke atas. Kini tangannya mulai meraba dan meremes memekku dari luar cdku, Aku semakin terangsang karena ulahnya, “Aah Bud, ines jadi napsu nih”, erangku. “Iya Nes, cd kamu udah basah begini. Kamu ternyata napsunya besar ya, mau ngentot gak dengan aku”, katanya terus terang. Aku terdiam mendengar ajakannya yang to the point itu. Aku yakin kontolnya pasti udah ngaceng berat. Terasa jarinya menyusup kedalam cdku lewat samping. Memang aku pake cd yang minim sekali sehingga dia mudah mengakses memekku dari samping cdku. Terasa sekali jarinya mengorek2 memekku mencari itilku, setelah ketemu langsung saja dikilik2nya. “Bud…”, erangku. Memekku menjadi makin basah. Aku duduknya menjadi setengah melorot sehingga dasterku makin terangkat keatas, membebaskan selangkanganku. Dia makin nakal ulahnya, pahaku makin dikangkangkannya dan terasa hembusan napasnya yang hangat di pahaku. Dia mulai menjilati pahaku, dari bawah bergerak perlahan keatas sambil digigit2nya pelan. Aku menggigil menahan geli saat lidahnya menyelisuri pahaku. “Bud, kamu pinter banget ngerangsang Ines, udah biasa ngerangsang cewek ya”, kataku terengah. CD ku yang minim itu dengan mudah disingkirkan disingkirkan kesamping dan tak lama kemudian terasa lidahnya menghunjam ke memekku yang sudah sangat basah. Aku hanya pasrah saja atas perlakuannya, aku hanya bisa mengerang karena rangsangan pada memekku itu. Lidahnya menyusup ke dalam memekku dan mulai bergerak keatas. Aku makin mengejang ketika dia mulai menjilati itilku. “Aah Bud, Ines sudah pengen dientot”, aku mengerang saking napsunya. Dia menghentikan aksinya, berdiri dan menarikku berdiri juga. Karena rumah sedang sepi, dia langsung memelukku dan mencium bibirku dengan napsunya. Lidahnya menerobos bibirku dan mencari lidahku, segera aku bereaksi yang sama sehingga lidah kami saling membelit didalam mulutku. Pelukannya makin erat, Terasa ada sesuatu yang mengganjal diperutku, kontolnya rupanya sudah ngaceng berat seperti dugaanku. Tangannya mulai bergerak kebawah, meremas pantatku dari luar dasterku, sedang tangan satunya masih ketat mendekapku. Aku menggelinjang karena remasan dipantatku dan tekanan kontolnya yang ngaceng itu makin terasa diperutku. “Aah”, lenguhku sementara bibirku masih terus dikulumnya dengan penuh napsu juga. Lidahnya kemudian dikeluarkan dari mulutku, bibirku dijilati kemudian turun ke daguku. Tangannya bergeser dari pantatku ke arah memekku, “Aah”, kembali aku mengerang ketika jarinya mulai mengilik memekku dari luar cdku. Lidahnya mengarah ke leherku, dijilatinya sehingga aku menggeliat2 kegelian. Sementara itu jarinya sudah menyusup kembali ke dalam cdku lewat samping dan mulai mengelus2 memekku yang sudah sangat basah itu dan kemudian menjadikan itilku sasaran berikutnya.Digerakkannya jarinya memutar menggesek itilku. Aku menjadi lemes dan bersender dipelukannya. “Nes kekamarmu aja yuk”, katanya sambil menyeret tubuhku yang lemes itu kekamarku.
Di kamar aku didorongnya dengan keras sehingga terbaring diranjang, sementara dia mengunci pintunya. Korden jendela ditutupnya sehingga ruangan menjadi agak gelap. Dia segera menghampiriku, cdku ditariknya sehingga lepas dan dia mulai menggarap memekku lagi. “Nes, jembut kamu lebat sekali, gak heran napsu kamu gede banget. Dikilik sebentar aja udah basah begini”, katanya sambil mengangkangkan pahaku lagi. Jembutku disingkirkannya dan langsung saja mulutnya menyosor memekku lagi. Bibir memekku diemutnya, lidahnya menyyusup masuk melalui bibir memekku. Tanpa sadar aku meremes2 rambutnya. Lidahnya mulai menjilati itilku, perutku mengejang karena menahan kenikmatan rangsangannya. “Aah terus Bud, enak”, teriakku. Kepalanya kutekan sehingga menempel erat di memekku. Lidahnya makin seru saja mengilik memek dan itilku. Cairan memekku diisepnya, itu membuatku makin melayang2. Ketika aku udah hampir nyampe, dia menghentikan aksinya, “Kenapa brenti”, protesku. “ines sudah ampir nyampe”. Dia membuka baju dan celannya, sekaligus dengan cdnya, benar dugaanku. Ternyata kontolnya besar dan panjang, berdiri tegak karena sudah ngaceng berat. Aku ditariknya bangun kemudian disuruh menelungkup dipinggir ranjang, saat itu aku masih memakai daster miniku. Dia memposisikan dirinya dibelakangku, punggungku didorong sedikit sehingga aku menjadi lebih nungging. Pahaku digesernya agar lebih membuka.
Aku menggelinjang ketika merasa ada menggesek2 memekku. Memekku yang sudah sangat licin itu membantu masuknya kontol besarnya dengan lebih mudah. Kepala kontolnya sudah terjepit di memekku. Terasa sekali kontolnya sesek mengganjal di selangkanganku. “Aah, gede banget kontolmu”, erangku. Dia diam saja, malah terus mendorong kontolnya masuk pelan2. Aku menggeletar ketika kontolnya masuk makin dalam. Nikmat banget rasanya kemasukan kontolnya yang besar itu. Pelan2 dia menarik kontolnya keluar dan didorongnya lagi dengan pelan juga, gerakan keluar masuk kontolnya makin cepat sehingga akhirnya dengan satu hentakan kontolnya nancep semua di memekku. “Aah, enak banget Bud kontolmu”, jeritku. “memekmu juga peret banget deh Nes. baru sekali aku ngerasain memek seperet memekmu”, katanya sambil mengenjotkan kontolnya keluar masuk memekku. “Huh”, dengusku ketika terasa kontolnya nancep semua di memekku, Terasa biji pelernya menempel ketat di pantatku. Memekku terasa berdenyut meremes2 kontolnya yang nancep dalem sekali karena panjangnya. Tangannya yang tadinya memegang pinggulku mulai menyusup kedalam dasterku dan meremes toketku dengan gemesnya. Aku menjadi menggelinjang karenanya, sementara itu enjotan keluar masuk kontolnya makin dipercepat. Tubuhku makin bergetar merasakan gesekan kontolnya di memekku. “Enak Bud, enjotin yang keras, aah, nikmatnya. Ines mau deh kamu entot tiap hari”, erangku gak karuan. Keluar masuknya kontolnya di memekku makin lancar karena cairan memekku makin banyak, seakan menjadi pelumas kontolnya. Dia menelungkup dibadanku dan mencium kudukku. Aku menjadi menggelinjang kegelian. Pinter banget dia merangsang dan memberi aku nikmat yang luar biasa. Toketku dilepaskannya dan tangannya menarik wajahku agar menengok ke belakang, kemudian bibirku segera diciumnya dengan napsunya. Lidahnya kembali menyusup kedalam mulutku dan membelit lidahku. Tangannya kembali menyusup kedalam dasterku dan meneruskan tugasnya meremes2 toketku. Sementara itu, kontolnya tetep dienjotkan keluar masuk dengan cepat dan keras. Jembutnya yang kasar dan lebat itu berkali2 menggesek pantatku ketika kontolnya nancep semuanya di memekku. Aku menjadi mengerang keenakan berkali2, ini menambah semangatnya untuk makin mgencar mengenjot memekku. Pantatku mulai bergerak mengikuti irama enjotan kontolnya. Pantatku makin cepat bergerak maju mundur menyambut enjotan kontolnya sehingga rasanya kontolnya nancep lebih dalem lagi di memekku. “Terus Bud, enjot yang keras, aah nikmat banget deh dientot kamu”, erangku. Dia makin seru saja mengenjot memekku dengan kontolnya. Aku tersentak. Perutku terasa kejang menahan kenikmatan yang luar biasa. Bibirku kembali dilumatnya, aku membalas melumat bibirnya juga, sementara gesekan kontolnya pada memekku tetep saja terjadi. Akhirnya aku tidak dapat menahan rangsangan lebih lama, memekku mengejang dan “Bud, Ines nyampe aah”, teriakku. Memekku berdenyut hebat mencengkeram kontolnya sehingga akhirnya, kontolnya mengedut mengecretkan pejunya sampe 5 semburan. Terasa banget pejunya yang anget menyembur menyirami memekku. Kontolnya terus dienjotkan keluar masuk seiring ngecretnya pejunya. Akhirnya aku ambruk keranjang dan dia menindihku. Napasku memburu, demikian juga napasnya. Kontolnya terlepas dari jepitan memekku sehingga terasa pejunya ikut keluar mengalir di pahaku. Dia segera telentang diranjangku supaya tidak menindih aku. “Nes, nikmat banget deh memek kamu, peret dan empotannya kerasa banget”, katanya. “Kamu sudah sering ngentot ya Bud, ahli banget bikin Ines nikmat. Kamu ngentot ama siapa aja”, tanyaku. “Kalo enggak anak majikan ya istri majikan”, jawabnya sambil cengar cengir. “Wah nikmat banget kamu, ada yang muasin kamu sembari kerja”, jawabku sambil menelentangkan badanku disebelahnya.
Dia bangun dan masuk kamar mandi, memang kamarku ada kamar mandi didalemnya. Terdengar grujuan air, dia rupanya sedang membersihkan dirinya, sementara aku masih saja telentang di ranjang menikmati sisa2 kenikmatan yang baru saja aku rasakan. Dia keluar dari kamar mandi, dasterku yang sudah basah karena keringat dilepasnya sehingga aku terkapar telanjang bulat. “kamu napsuin deh Nes, toket kamu gede dan kenceng, mana pentilnya gede lagi. sering diemut ya Nes, kamu nentotnya sama siapa sih”, tanyanya. Aku hanya tersenyum mendengar ocehannya. “Aku paling suka liat jembut kamu, lebat banget sih. Aku paling napsu ngeliat cewek kayak kamu ini, toketnya gede kenceng dan jembutnya lebat, nikmat banget dientotnya,” katanya lagi. Dia berbaring disebelahku dan memelukku, “Nes aku pengen lagi deh”, katanya. Aku kaget juga dengernya, baru aja ngecret udah napsu lagi, tapi aku suka cowok kaya begini, udah kontolnya gede dan panjang, kuat lagi ngentotnya. Dia mulai menciumi leherku dan lidahnya menjilati leherku. Aku menggelinjang dan mulai terangsang juga. Bibirku segera diciumnya, lidahnya kembali menyusup kedalam mulutku dan membelit lidahku. Sementara itu tangannya mulai meremes2 toketku dengan gemes. Dia melepaskan bibirku tetapi lidahnya terus saja menjilati bibirku, daguku, leherku dan akhirnya toketku. Pentilku yang sudah mengeras dijilatinya kemudian diemutnya dengan rakus. Aku menggeliat2 karena napsuku makin memuncak juga. “Aash, kamu napsu banget sih Bud, tapi Ines suka banget”, erangku. Toketku yang sebelah lagi diremes2nya dengan gemes. Jari2nya menggeser kebawah, keperutlu, Puserku dikorek2nya sehingga aku makin menggelinjang kegelian. Akhirnya jembutku dielus2nya, tidak lama karena kemudian jarinya menyusup melalui jembutku mengilik2 memekku. Pahaku otomatis kukangkangkan untuk mempermudah dia mengilik memekku. “Aah”, aku melenguh saking nikmatnya. Dia membalik posisinya sehingga kepalanya ada di memekku, otomatis kontolnya yang sudah ngaceng ada didekat mukaku. Sementara dia mengilik memek dan itilku dengan lidahnya, kontolnya kuremes dan kukocok2, keras banget kontolnya. Kepalanya mulai kujilati dan kuemut pelan, lidahnya makin terasa menekan2 itilku sehingga pantatku terangkat dengan sendirinya.
Enggak lama aku mengemut kontolnya sebab dia segera membalikkan badannya dan menelungkup diatasku, kontolnya ditancapkannya di memekku dan mulai ditekennya masuk kedalam. Setelah nancep semua, mulai dia mengenjotkan kontolnya keluar masuk dengan cepat da keras. Bibirku kembali dilumatnya dengan penuh napsu, sementara itu terasa banget kontolnya mengisi seluruh ruang memekku sampe terasa sesek. Nikmat banget ngentot sama dia. Aku menggeliat2kan pantatku mengiringi enjotan kontolnya itu. Cukup lama dia mengenjotkan kontolnya keluar masuk, tiba2 dia berhenti dan mencabut kontolnya dari memekku. Dia turun dari ranjang dan duduk di kursi, aku dimintanya untuk duduk dipangkuannya mengangkang diantara kedua kakinya. Dia memelukku dengan erat. Aku sedikit berdiri supaya dia bisa mengarahkan kontolnya yang masih ngaceng itu masuk ke memekku. Aku menurunkan badanku sehingga sedikit2 kontolnya mulai ambles lagi di memekku. Aku menggeliat merasakan nikmatnya kontolnya mendesak masuk memekku sampe nancep semuanya. Jembutnya menggesek jembutku dan biji pelernya terasa menyenggol2 pantatku. Aku muali menaik turunkan badanku mengocok kontolnya dengan memekku. Dia mengemut pentilku sementara aku aktif bergerak naik turun. Nikmat banget, kayanya lebih nikmat dari tadi. “Aah Bud, enak banget deh, lebih nikmat dari yang tadi”, erangku sambil terus menurun naikkan badanku mengocok kontolnya yang terjepit erat di memekku. Memekku mulai berdenyut lagi meremes2 kontolnya, gerakanku makin liar, aku berusaha menancepkan kontolnya sedalam2nya di memekku sambil mengerang2. Tangannya memegang pinggulku dan membantu agar aku terus mengocok
kontolnya dengan memekku. Aku memeluk lehernya supaya isa tetep mengenjot kontolnya, denyutan memekku makin terasa kuat, dia juga melenguh saking nikmatnya’ “Nes, empotan memekmu kerasa banget deh, mau deh aku ngentot ama kamu tiap hari”. Akhirnya aku gak bisa menahan rangsangan lebih lama dan “Bud, Ines nyampe, aah”, teriakku dan kemudian aku terduduk lemas dipangkuannya.
Hebatnya dia belum ngecret juga, kayanya ronde kedua membuat dia bisa ngentot lebih lama. “Cape Nes”, tanyanya tersenyum sambil terus memelukku. “He eh”, jawabku singkat. Pelan dia mengangkat badanku dari pangkuannya sehingga aku berdiri, kontolnya lepas dari jepitan memekku. Kontolnya masih keras dan berlumuran cairan memekku. Kembali aku dimintanya nungging dipinggir ranjang, doyan banget dia dengan doggie style. aku sih oke aja dengan gaya apa saja karena semua gaya juga nikmat buat aku. Dia menjilati kudukku sehingga aku menggelinjang kegelian, perlahan jilatannya turun ke punggung. Terus turun ke pinggang dan akhirnya sampe dipinggulku. Otot perutku terasa tertarik karena rangsangan jilatan itu. Mulutnya terus menjilati, yang menjadi sasaran sekarang adalah pantatku, diciuminya dan digigitnya pelan. Apalagi saat lidahnya mulai menyapu daerah sekitar lubang pantatku. Geli rasanya. Jilatannya turun terus kearah memekku, kakiku dikangkangkannya supaya dia bisa menjilati memekku dari belakang, Aku lebih menelungkup sehingga pantatku makin menungging dan memekku terlihat jelas dari belakang. Dia menjilati memekku, sehingga kembali aku berteriak2 minta segera dientot, “Bud, nakal deh kamu, ayo dong Ines cepetan dientotnya”. Dia berdiri dan memposisikan kontolnya dibibir memekku dan dienjotkannya kedalam dengan keras sehingga nancep semua dengan sekali enjotan. Dia mulai mengenjot memekku dengan kontolnya, makin
lama makin cepat. Aku kembali menggeliat2kan pantatku mengimbangi enjotan kontolnya dimemekku. Jika dia mengejotkan kontolnya masuk aku mendorong pantatku kebelakang sehingga menyambut kontolnya supaya nancep sedalam2nya di memekku. Toketku berguncang2 ketika dia mengenjot memekku. Dia merems2 toketku dan memlintir2 pentilnya sambil terus mengenjotkan kontolnya keluar masuk. “Terus Bud, nikmat banget deh”, erangku lagi. Enjotan berjalan terus, sementara itu aku mengganti gerakan pantatku dengan memutar sehingga efeknya seperti meremes kontolnya. Dengan gerakan memutar, itilku tergesek kontolnya setiap kali dia mengenjotkan kontolnya masuk. Denyutan memekku makin terasa keras, diapun melenguh, “Nes, nikmat banget empotan memek kamu”. Akhirnya kembali aku kalah, aku nyampe lagi dengan lenguhan panjang, “Aah nikmatnya, Ines nyampeee”.Otot perutku mengejang dan aku ambruk ke ranjang karena lemesnya.
Aku ditelentangkan di ranjang dan segera dia menaiki tubuhku yang sudah terkapar karena lemesnya. Pahaku dikangkangkannya dan segera dia menancapkan kembali kontolnya di memekku. Kontolnya dengan mudah meluncur kedalam sehingga nancep semuanya karena memekku masih licin karena cairan yang berhamburan ketika aku nyampe. Dia mulai mengenjotkan lagi kontolnya keluar masuk. Hebat sekali staminanya, kayanya gak ada matinya ni orang. Aku hanya bisa terkapar menikmati sisa kenikmatan dan rangsangan baru dari enjotan kontolnya. Dia terus mengejotkan kontolnya dengan cepat dan keras. Dia kembali menciumi bibirku, lherku dan dengan agak membungkukkan badan dia mengemut pentilku. Sementara itu enjotan kontolnya tetap berlangsung dengan cepat dan keras. Aku agak sulit bergerak karena dia agak menindih badanku, keringatku sudah bercampur aduk dengan keringatnya. Enggak tau sudah berapa lama dia mengentoti ku sejak pertama tadi. Dia menyusupkan kedua tangannya kepunggungku dan menciumku lagi. Kontolnya terus saja dienjotkan keluar masuk. Pertutku mengejang lagi, aku heran juga kok aku cepet banget mau nyampe lagio dientot dia. Aku mulai menggeliatkan pantatku, kuputar2 mengimbangi enjotan kontolnya. Memekku makin mengedut mencengkeram kontolnya, pantatku terkadang terangkat menyambut enjotannya yang keras, sampe akhirnya, “terus Bud, yang cepet, Ines udah mau nyampe lagi”, teriakku. Dia dengan gencarnya mengenjotkan kontolnya keluar masuk dan, “Aah Ines nyampe lagi”, aku berteriak keenakan. Berbarengan dengan itu terasa sekali semburan pejunya yang kuat di memekku. Diapun ngecret dan ambruk diatas badanku. Kami sama2 terkulai lemes, lebih2 aku karena aku udah nyampe 3 kali sebelum dia akhirnya ngecret dimemekku. “Bud, kamu kuat banget deh ngentotnya, mana lama
lagi. Nikmat banget ngentot ama kamu. Kapan kamu ngentotin Ines lagi”, kataku. Dia tersenyum mendengar sanjunganku. “Kalo ada kesempatan ya aku sih mau aja ngentotin kamu. memek kamu yang paling nikmat dari semua cewek yang pernah aku entot”, jawabnya memuji. Dia kemudian meninggalkanku terkapar telanjang karena nikmat.
Malemnya, aku sudah tertidur, terdengar garukan di pintu kamarku. Aku terbangun, “Siapa” kataku lirih. “Aku Nes”, terdengar suara Budi, rupanya dia belum puas ngentotin aku tadi siang, minta nambah lagi malem ini. Gak ada matinya rupanya dia. Aku bangun dan membukakan pintu. Segera dia masuk dan memeluk tubuhku yang hanya terbalut cd minim. “Nes, aku pengen ngerasain empotan memek kamu lagi ya, boleh kan”, katanya. Aku kalo tidur hanya pake cd saja karena gerah hawanya dikamar. Dia lalu berbaring telentang di ranjang, lalu aku mulaijongkok di atasnya dan menciumi nya, tangannya mengusap-usap punggungku. Bibirnya kukulum, ”Hmmmhh… hmmhhh…” dia mendesah-desah. Setelah puas melumat bibir dan lidahnya, aku mulai bergerak ke bawah, menciumi dagunya, lalu lehernya. Kaosnya kusingkapkan dari bawah lalu kuciumi dadanya. “Hmmmhhh… aduh Nes enak ..” rintihnya. Dia terus mendesah sementara aku mulai menciumi perutnya, lalu pusarnya, sesekali dia berteriak kecil kegelian. Akhirnya
risleting celana pendeknya kubuka, kusingkapkan cdnya, kontolnya yang sudah ngaceng berat kupegang dan kukocok2, “Ahhhhh… Hhhh…. Hmmhmh… Ohhh Nes…” dia cuman bisa mendesah doang. Kontolnya langsung kukenyot-kenyot, sementara dia meemas-remas rambutku saking enaknya, “Ehmm… Ehmm…” Mungkin sekitar 5 menitan aku ngemut kontolnya, kemudian aku bilang, “Bud… sekarang giliran kamu yach?” Dia cuma tersenyum, lalu bangkit sembari memelorotkan celana pendek dan celana dalamnya, sedangkan aku sekarang yang ganti tiduran. Dia mulai nyiumin bibirku, aku mencoba ngelepasin kaosnya, lalu dia langsung melepasnya dan meletakkan di sebelahnya. Dia pun mulai menciumi leherku sementara tangannya meraba-raba toketku dan diremasnya. “Hmhmhhm… Hmhmhmh…” ganti aku yang mendesah keenakan. Apalagi ketika dia menjilati pentilku yang tebal dan berwarna coklat tua. Setelah puas melumat pentilku bergantian, dia mulai menjilati perutku dan ingin memelorotkan CDku. Aku mengangkat pantatku, lalu dia memelorotkan CDku. Dia langsung menciumi memekku dengan penuh napsu, otomatis pahaku mengangkang supaya dia bisa mudah menjilati memek dan itilku. “Ahh.. Ahhhh…” aku mengerang dan mendesah keras keenakan. Sesekali kudengar “slurrp… slurrp…” dia menyedot memekku yang sudah
mulai basah itu. ”Ahhhh… Bud… Enak …” desahan ku semakin keras saja karena merasa nikmat, seakan tidak peduli kalau terdengar orang di luar. Napsuku sudah sampe ubun2, dia kutarik untuk segera menancapkan kontol besarnya di memekku yang sudah gatel sekali rasanya, pengen digaruk pake kontol.
Pelan-pelan dia memasukkan kontolnya ke dalam memekku. dengan satu enjotan keras dia menancapkan seluruh kontolnya dalam memekku. “Uh… uhhh…. Ahhhhhhh…nikmat banget Bud” desahku ketika dia mulai asyik menggesek-gesekkan kontolnya dalam memekku. Aku menggoyang pinggulku seirama dengan keluar masuknya kontolnya di memekku. Dia mempercepat gerakannya. Gak lama dienjot aku sudah merasa mau nyampe, “Ah…Bud…Aku sepertinya mau… ahhh…” dia malah mempergencar enjotan kontolnya dimemekku, “Bareng nyampenya ya Nes, aku juga dah mau ngecret”, katanya terengah. Enjotan kontolnya makin cepat saja, sampe akhirnya, “Bud, Ines nyampe aah”, badanku mengejang karena nikmatnya, terasa memekknu berdenyut2 meremas kontolnya sehingga diapun menyodokkan kontolnya dengan keras, “Nes, aku ngecret aah”, terasa semburan pejunya yang deres dimemekku. Dia terkapar lemes diatas badanku, demikian pula aku. Setelah istirahat sejenak, dia mencabut kontolnya , memakai pakaiannya dan keluar meninggalkan aku terkapar telanjang di ranjang. Sejak itu setiap ada kesempatan, aku selalu minta dientot sama dia.

Desi Kakakku,

Desi Kakakku,

Nama aku Randi 19 tahun, aku dua bersaudara, aku anak kedua dimana kakakku perempuan berusia 5 tahun lebih tua dariku. Aku ngin menceritakan kejadian yang menimpa kehidupan seks aku 3 tahun yang lalu.
[Image: 1786710_sst2.jpg] [Image: 1786712_t.jpg]
Pada waktu itu aku berumur 16 tahun masih 1 smu, sedangkan kakak aku berusia 22 tahun dan sudah kuliah. Kakakku orangnya memakai jilbab. Meskipun kakakku memakai jilbab dia sangat sexy, orang bilang mukanya sexy banget, demikian pula postur tubuhnya, tinggi 160 cm, kulit putih dan bra aku kira 36-an, tapi yang paling menyolok dari dia adalah pantatnya yang bulat besar dan bahenol, ini dapat aku nilai karena aku sering mengintip dia waktu dia sedang mandi atau sedang ganti pakaian. Jika berjalan ke mal ataupun kemanapun dia pergi, dia selalu pakai baju yang agak ketat meskipun dia memakai jilbab, orang selalu memandang goyangan pinggul dan pantatnya. Sampai-sampai aku sebagai adik kandungnyapun sangat menyukai pantat dan pinggul kakakku itu.

Meskipun kakakku memakai jilbab, kebetulan kakakku menyukai baju-baju model agak ketat dan celana agak ketat pula sehingga agak mencetak kemontokan dan keindahan tubuhnya. Apalagi jika dirumah, meskipun dia selalu memakai jilbab atau kerudung, dia selalu memakai baju tidur yang panjang tapi agak tipis sehingga agak terlihat belahan pantat dan celana dalamnya. Sebagai remaja yang baru puber dan juga olok-olok dari teman-temanku diam-diam aku sangat terangsang bila melihat pinggul kakakku. Sebaga efek sampingnya aku sering melakukan onani di kamarku atau di kamar mandi sambl membayangkan gimana rasanya kemaluanku dijepit diantara pantat montoknya.

Keinginan itu kurasakan sejak aku duduk di bangku 1 smu ini, aku sering mencuri-curi pandang untuk mengitip CD-nya apabila dia memakai rok. Dia mempunyai pacar yang berumur setahun lebih muda dari padanya. Aku sering memergoki mereka pacaran di ruang tamu, saling meremas tangan sampai mereka berciuman. Suatu hari aku memergoki pacarnya sedang menghisap buah dada kakakku di kamar tamu meskipun baju dan jilbabnya tetap terpasang di badannya, kakakku hanya mengeluarkan buah dadanya dari kancing yang terlepas sebagian, mereka langsung belingsatan buru-buru merapihkan bajunya. Malam harinya kakakku mendatangi kamarku dan memohon kepadaku agar tidak menceritakan apa yang aku lihat ke orang-orang terutama pada ayah dan ibuku.

Dik, jangan bilang-bilang yah, abis tadi si Hendra (pacarnya) memaksa Mbak, katanya. Aku Cuma mengganguk dan melongo karena kakakku masuk kekamarku menggunakan jilbab dan baju yang longgar(daster) tetapi agak tipis sambil membawa sebuah novel, sehingga paha dan dadanya yang montok terlihat karena dikamarku agak gelap sedangkan diluar lampu terang benderang. “hai, kok melongo???? “ …aku jadi gelagapan dan bilang “ia- ia mbak, aku ngga akan bilang-bilang” kataku.

Tiba-tiba dia rebahan di ranjangku dengan tertelungkup sambil membaca novel, aku memandanginya dari belakang membuat kemaluanku ngaceng karena pantat kakakku seolah-olah menantang kemaluanku. Berkali-kali aku menelan ludah. Dan pelan-pelan aku meraba kemaluanku yang tegang. Sampai kira-kira lima menit, dia menoleh ke arahku dan aku langsung melepas tanganku dari kemaluanku dan berpura-pura belajar. Kakakku mengajakku lari pagi besok hari dan dia memintaku menbangunkannya jam 5 pagi. Aku mengiakannya. Ketika dia keluar kamarku, aku melihat goyangan pinggulnya sangat sexy, dan begitu dia menutup pintu, aku langsung mengeluarkan kemaluanku dan mengocoknya, tapi sialnya tiba-tiba kakakku balik lagi dan kali ini da melihatku mengocok kemaluanku. Dia pura-pura tidak melihat dan berkata “jangan lupa bangunin mbak jam 5 pagi “. Lagi-lagi aku gelagapan “ia- ia – ia” kataku. Kakakku langsung pergi lagi sambil ngelirik ke-arah kemaluanku dan tersenyum. Malam itu aku ngga jadi beronani karena malu dipergoki kakakku.

Pagi harinya jam 5 pagi aku ke kamarnya dan kudapari dia sedang tidur mengakang…. Lagi-lagi aku melotot melihat pemandangan itu dan aku mulai meraba-raba pahanya, sampai kira-kira 2 menit dan ku-remas paha montoknya dia terbangun danku buru-buru melepaskan tanganku dari pahanya.

Singkat cerita kami lari pagi, dia mengenakan jilbab atau kerudung sedangkan bajunya dia mengenakan training yang agak ketat sehingga setiap lekuk pinggul dan pantatnya terlihat sexy sekali dan tiap laki-laki yang berpapasan selalu melirik pantat itu. Begitu selesai lari pagi, kita pulang naik angkutan bus dan kebetulan penuh sesak, akibatnya kita berdesak-desak. Entah keberuntungan atau bukan, kakaku berada di depanku sehingga pantat montoknya tepat di kemaluanku . Perlahan-lahan kemaluanku berdiri dan aku yakin kakakku merasakannya. Ketika bus semakin sesak, kemaluanku makin mendesak pantatnya dan aku pura-pura menoleh ke-arah lain. Tiba-tiba kakakku mengoyangkan pantatnya, karuan aku kenikmatan. ‘dik, kamu kemarin ngapain waktu mbak ke kamar kamu?” katanya “kamu onani yah??? Katanya lagi aku diam seribu basa karena malu. ‘makanya buru-buru cari pacar” katanya. “emang kalo ada pacar bisa digini yah?” kataku nekat sabil menonjokkan kemaluanku dipantatnya. “setidaknya ada pelampiasan” timpal kakakku. . “wah enak dong mbak ada pelampiasan?”tanyaku. “tapi ngga sampe gini” kata kakakku lagi sambil menggoyangkan lagi pantatnya. “kenapa” tanyaku. Sebelum dia menjawab kami sudah sampai tempat tujuan.

Pada sore hari itu, ketika aku pulang sekolah, kudapat rumah sepi sekali dan perlahan-lahan aku masuk rumah dan ternyata kakakku dan pacarnya sedang diruang tamu saling cium dan saling raba. Aku terus mengintip dari balik pintu, selembar demi selembar pakaian pacar kakakku terlepas sedangkan kakakku masih memakai jilbab dan baju jubahnya masih terpasang tetapi sudah tersingkap sampai sebatas perut, sehingga terlihat CD hitamnya yang mini dan sexy dan pacarnya sudah tinggal memakai CD saja. Kulihat tangan kakakku menelusup ke dalam CD pacarnya dan meremas serta mengocok kemaluan pacarnya yang tegang.

Pelan-pelan tangan pacarnya membuka CD kakakku dan terbukalah pantat bahenol nan montok milik kakakku. Pacarnya meremas-remas sambil meringis karena kocokan kakakku pada kemaluannya. ‘oh, aku udah ngga tahan” kata pacarnya “aku pengen masukin ke memekmu” katanya sambil mendorong kakakku sehingga tertelungkup di sofa. Ku lihat dia semakin mengangkat baju kakakku tetapi jilbabnya tetap terpasang tetapi sudah agak kusut dan menindihinya dari belakang kan berusaha menyodokan kemaluannya ke kemaluan kakakku dari arah belakang. Tapi begitu nempel di pantatnya, kuliha ar maninya tumpah ke pantat kakakku. “ohhh” dia melenguh dan kakakku menoleh kebelakang” kok udah” tanyanya Pacarnya bilang “maaf aku ngga tahan” katanya . Tiba-tiba lampu padam dan telepon HP sang pacar berdering dan di balik pintu aku sedang beronani ria sambil melihat kemontokan tubuh kakakku. Setelah menerima HP, sang pacar menyalakan sebatang lilin kecil diatas lemari dan dia berpakaian dan buru-buru pamit. “Aku ngga anterin kedepan pintu yah “ kata kakakku sambil tetap tertelungkup di sofa….. Begitu sang pacar hilang , nafsuku sudah ke ubun-ubun, di kegelapan remang-remang aku mendekati kakakku dan setelah dekat, dari jarak kira-kira satu meter aku memandangi bagian belakang tubuh telanjang kakakku, berkali-kali menelan ludah melihat pantat bahenol kakakku.

Karena udah ngga tahan, aku pelan-pelan membuka celanaku sampai copot dan kulihat kemaluanku yang besar dan panjang (itu menurut teman-temanku sewaktu kami berenang dan membandingkan kemaluan kami) berdenyut-denyut minta pelampiasan. Aku langsung menindihinya dari belakang, dan untungnya kakakku mengira sang pacar belum pulang dan masih ingin ngentot dia. “aw…., dra (nama pacarnya hendra) kok ngga jadi pulang” tanyanya , karena kondisi ruangan sangat gelap sehingga dia tidak menyadari bahwa adiknya sedang berusaha menempelkan kemaluannya ke kemaluanya. “aw dra jangan dimasukan aku masih perawan katanya ditempelin aja dra aku masih perawan’ katanya memohon. Karena aku udah tahan, maka pelan-pelan ku bimbing tangannya untuk menggengam kemaluanku dan agar ditutun ke kemaluannya. Begitu dia megang “dra, kok gede amat sih”katanya heran (soalnya punya pacarnya jauh lebih kecil daripada punyaku)sambil membimbing kemaluanku dan menempelkan kekemaluannya. “gosok pelan-pelan dra”, aku menekan dan gila bener-bener nikmat. Setelah kira kira dua menit aku menggosokkan kemaluanku ke kemaluan kakakkut akhirnya aku mencapai klimaksnya dan crot…crot..crot…spermaku menyembur ke pantat kakakku.

Aku tetap memeluk tubuh kakakku dan pelan-pelan aku meninggalkannya. “dra, mau kemana?” teriaknya aku buru-buru memungut celana dan memasuki kamarku dan masih celana dan CD ku belum kupakai aku rebahan di ranjangku sambil kututupi dengan selimut tipis membayangkan kenikmatan yang barusan terjadi.

Tba-tiba telepon berdering dan lampu menyala. kudengar kakaku menerima telepon itu dia herannya setengah mati karena yang menelepon adalah pacarnya si henra. “dra, kok kamu udah ada di rumah lagi jangan main-main yah kamu dimana, udah enak langsung lari” Beberapa saat kemudian kudengar bunyi telpon dibanting. Dan dikamarku, aku cepat-cepat mematikan lampu dan pura-pura tidur. Semenit kemudian kakakku masuk ke kamarku dan melihat aku tidur berselimut dia menghampriku dan duduk di tepi ranjangku. Di kegelapan kamarku kuintip kakakku masih memakai pakai dan jilbab yang tadi dia pakai,dia ngga berani membagunkanku malahan rebahan disampingku. Kesunyian sekitar 15 menit, kemudian kuintip ternyata kakakku tertidur. Akupun tertidur sampai keesokan harinya.

Setelah kejadian hari itu aku selalu membayangkan betapa enaknya tubuh kakakku meskipun hanya menempelkan dan menggosokan kemaluanku pada kemaluannya saja. Pada suatu siang, aku ingin meminjam kaset lagunya. Karena sudah biasa, aku pun masuk tanpa mengetuk pintunya. Dan betapa terkejutnya aku ketika kulihat mbak Desi kakakku sedang tidur-tiduran sambil memejamkan matanya. Tangannya masuk kedalam CD nya sedangkan jilbab dan bajunya masih terpasang, hanya bajunya sudah tersingkap sebatas perut. Spontan, ia terkejut ketika melihatku. Aku segera keluar.

Tak sampai satu menit, mbak Desi keluar (pakaiannya sudah rapi meskipun jilbabnya agak kusut). Ia memintaku agar merahasiakan hal itu dari ayah ibuku. Lalu kujawab:
“Aku janji ga bakal bilangin hal ini ke ayah ibu koq.”
“Thank’s ya dik.”
“Eh, emangnya onani itu dosa ya?”
Bukan jawaban yang kudapatkan, malah tatapan kakaku yang lain dari biasanya. Bagai disihir, aku diam saja saat dia menempelkan bibirnya ke bibirku. Dilumatnya bibirku dengan lembut. Dikulumnya, lalu lidahnya mulai menembus masuk ke dalam mulutku. Aku segera menarik diri darinya, tapi ia malah memegang tanganku lalu mengarahkannya ke dadanya dan kurasakan betapa empuknya buah dada kakakku. Refleks aku berontak karena aku malu. Tetapi kakakku bilang,"lakukanlah dik seperti yang kau lakukan tempo hari padaku".
Aku kaget "ja..jadi mbak tahu apa yang kulakukan pada mbak tempo hari." jawabku gugup.
"ya" jawab kakakku.
"maafkan aku mbak..." ucapku
Belum selesai aku berkata, ia sudah melumat bibirku. Dan kali ini lidahnya berhasil memasuki mulutku. Kami berciuman sangat lama. Setelah puas berciuman, Ia malah menarikku ke kamarnya. Disana aku direbahkan, dan ia membuka celana dan CD ku. Kakakku tersenyum melihat kemaluanku yang sudah mengacung tegak. Ukurannya sekitar 18 cm. Lebih panjang dari punya pacar kakakku, Hendra.
Melihat kakakku tersenyum, aku mulai menarik ke atas baju kakakku. Rupanya kakakku sudah membuka Branya sehingga akupun bisa langsung melihat payudaranya yang berukuran 36B itu. Kumulai menyentuh dan meremas Payudara kakakku yang lembut, sementara baju dan jilbabnya masih terpasang walaupun agak kusut. Kakakku menggelinjang merasakan kenikmatan dan mendesah keenakan.
Setelah aku melihat kakaku sudah terangsang, Aku membuka CD warna hitam kakakku sehingga kini terpangpanglah kemaluan kakakku yang berbulu lebat tapi halus itu.

Sekarang aku memegang kemaluanku dan mengarahkan kemaluanku ke mulutnya. Dia menutup mulutnya rapat-rapat.

"Ayo donk mbak! Isep! Kayak mbak ngelakuinnya buat pacar mbak.”
“Koq kamu tahu?”
“Ya tahu donk..kan aku sering ngintipin mbak begituan ama pacar mbak"
“Ayo mbak.” Rengekku.
Kakakku pun mulai tertantang mempraktekkan kemampuan lidahnya. Kemaluanku segera diaremas-rems. Setelah itu dijilati dengan penuh gairah, seolah itu adalah lollipop yang manis. Kakakku pun mulai memasukkan kemaluanku ke dalam mulutnya. Tidak bisa semua, tapi setidak-tidaknya sudah setengah yamg masuk. Di gigit-gigit kecil kepala kemaluanku sambil memainkan buah pelirnya. Akupun memejamkan mata keenakan.

Kakakku melepaskan kemaluanku dari mulutnya, tangannya mengangkat baju panjangnya dan menempelkan kemaluanku ke payudaranya aku pun membuka mataku. Lalu meraih kuraih kemaluanku, kuarahkan kemaluan itu ke kekemaluannya yang sedari tadi sudah basah. Kugosok-gosoknya ke klitorisnya, aku jadi merinding dibuatnya. Desahan tak karuan pun keluar dari mulutku. Di satu sisi aku tahu ini salah, tapi di sisi lain, aku benar-benar menikmatinya.

Setelah puas bermain-main dingan klitorisnya, kemaluanku segera ku arahkan ke lubang kemaluannya. Tetapi kakakku bilang "Jangan dimasukan, aku masih perawan. Ditempelkan dan digosokan aja seperti tempo hari"
Akupun mengangguk dan segera ku tempelkan dan kugosokan kemaluanku ke kemaluan kakakku. Setelah beberapa saat kemaluanku ku tekan tekan ke lubang kemaluan kakakku maka crot...crot.. crott spermaku menyembur di perut kakakku.
Dengan kemaluan masih menempel di perut kakakku, kami mulai bercumbu lagi, kujilat payudara kakaku sampai perutnya. Setelah itu kami mengambil posisi 69. Aku pun mulai menjilati kemaluannyanya yang sudah basah oleh cairan kewanitaannya. Sementara ia menjilati kemaluanku.

Kami saling berpelukan bugil, setelah puas bermain, kami pun menuju kamar mandi, namun belum sempat bermain di kamar mandi, kudengar suara mobil orangtuaku. KAmi cepat-cepat kembali ke kamar dan berpakaian. Saat orangtua kami masuk, aku sudah berpakaian lengkap sedang kakaku pun sudah berpakaian lengkap dengan jilbabnya. Sejujurnya saat itu aku sedang tegang dan gugup. Untunglah orangtuaku tak curiga. Kami pun ternsenyum berdua dengan penuh arti. Sejak saat itu kami saling memuaskan walupun tidak sampai memasukan kemaluanku kedalam kemaluannya karena aku takut kakakku kehilangan keperawanannya. Kadang-kadang kami juga main di sofa, di lantai, dan kamar mandi.

Nadya, Gadis Berjilbab yang Tergoda

Nadya, Gadis Berjilbab yang Tergoda[Image: 1786712_t.jpg] [Image: 1786715_u.jpg] [Image: 1786717_w.jpg]

Hari itu hujan rintik-rintik di awal tahun 2001, Nadya, seorang gadis yang alim dan berjilbab berniat mendaftarkan diri di sebuah tempat bimbingan belajar yang katanya paling berkualitas di kota mereka untuk persiapan UMPTN 2001. Sesampainya di sana Nadya dan temannya disambut seseorang di tangga. Dia berkata, “Mo mendaftar yah Dek..? Kalo mau mendaftar di atas.” Dia kelihatan agak dewasa dari yang lainnya yang ada di sana. Belakangan Nadya tahu dia bernama Budi, tentor kelas IPA yang juga mengajarnya di kelas.

Tidak cakep sih mas itu, namun rayuannya membuat Nadya sangat tersanjung. Dan wibawa serta senyumannya sangat membuat Nadya, yang lugu dan alim terkesima, apalagi saat mas Budi menjelaskan terlihat sekali kecerdasannya terpancar. Nadya semakin kagum melihatnya. Dari hari ke hari mereka semakin akrab. Nadya pun biasa diantarnya pulang, mereka pun sering ngobrol bersama tentang masalah mereka karena mereka juga sudah saling terbuka bahkan menyangkut cerita pribadi mereka. Mereka juga seringbercanda. Mas Budi pun sesekali menyentuh Nadya, dan walaupun Nadya seringkali menolak, tetap saja Nadya merasakan sesuatu yang lain dalam sentuhannya yang begitu lembut dan mesranya.

Sampai pada suatu hari dia mengajak Nadya nonton. Awalnya Nadya ragu2, namun kemudian Nadya pun menerima ajakan itu. Mereka pun pergi sekitar jam 7 malam ke twenty one. Nadya tampak canti saat itu dengan jilbab biru sedada dan kemeja putih bersih serta rok panjang lembut yang selalu Nadya pakai. Tidak lupa kaus kaki yang selalu menutupi kakinya yang putih bersih. Saat film tengah diputar, mas Budi tidak henti-hentinya melihat Nadya. Nadya pura-pura serius nonton, tapi Nadya sebenarnya juga melihatnya. Kemudian mas Budi mulai berani memegang tangannya, Nadya pun tak kuasa menolaknya dan saat mas Budi berkata, “Mas sayang kamu.” Serr.., rasanya Nadya tersambar petir asmara dan tidak kuasa menolaknya, apalagi ketika mas Budi mulai berani menyandarkan kepalanya di bahunya dan meletakkan tangannya di paha Nadya yang masih tertutup rok panjang. Nadya semakin tidak kuasa menepisnya.

Kemudian mas Budi pun memandang Nadya sejenak dan langsung menyambar bibirnya. Awalnya Nadya berusaha menolak. Namun karena serangan bibir mas Budi yang bertubi2 dan serangan birahi yang menggebu2, dengan agak canggung akhirnya Nadya menyambutnya. Nadya yang sudah terbakar napsu birahi untuk pertama kali dalam hidupnya lagi2 tak kuasa menolak saat sidah mas Budi menyusup kedalam mulutnya dan bertemu dengan lidahnya. Lidah mereka saling bertautan dan aroma nafas mereka saling memburu mereguk nikmatnya air liur mereka yang saling mereka tukarkan. Kebetulan di sederetan kursi mereka duduk tidak ada orang, jadi tidak ada yang melihat aktivitas mereka ini. Baru sekali ini Nadya melakukan hal seperti ini. Apalagi sekarang Nadya melakukannya di bioskop, sehingga nadya juga merasa agak malu saat kemudian ia membayangkan. Bagaimana bila tiba2 orang2 mengetahui apa yang ia lakukan dengan mas Budi. Dimana martabatnya sebagai seorang gadis yang alim dan berjilbab? Namun pikiran itu tidak bisa mengalahkan gejolak birahi Nadya, justru malah membuatnya semakin terangsang. Itulah sebabnya Nadya sangat menikmatinya.

Mas Nadya yang satu ini pun semakin berani menyingkap rok panjang Nadya dan mulai mengelus-elus paha mulus Nadya yang kuning langsat itu,dan dia berkata, “Paha kamu mulus yah.., Mas jadi tambah sayang sama kamu. Pasti paha kamu belum pernah disentuh cowok kayak sekarang khan??” Kebetulan rok yang Nadya pakai saat itu memang mendukung, sebuah rok biru panjang lembut namun ada belahannya di pinggir yang menyebabkan tangan masnya ini mudah menyusup masuk mencari kehangatan cinta di antara dua paha Nadya. Namun karena malu Nadya pun menahan tangannya, dan berkata, “Jangan Kak.” Mas Budi tidak memperhatikan kata-kata Nadya, dan tangannya terus memaksa masuk.

Sekarang celana dalam Nadya bagian paha dalam sudah ia raih. Sedikit lagi ia tarik, maka mas Budi akan mendapatkan kemaluan Nadya yang sudah basah ini. Mas Budi berkata, “De.., nggak pa-pa kok, enak deh, masa nggak percaya sih sama Mas. Ya Yang… ya..!” Nadya pun tetap bertahan untuk tidak memberikan apa yang mas Budi mau, namun tenaganya lebih kuat dari padanya, sehinggga slep.., jarinya menyentuh klitoris Nadya.

Nadya merasakan kenikmatan yang luar biasa, apalagi ketika mas Budi mulai memainkan tangannya di lubang Nadya bagian luar, mengelus-elus bulunya yang tipis dan menggesek-gesekkan klitorisnya yang sudah basah dengan cairannya. Sungguh sensasi yang luar biasa yang tak pernah tidak Nadya rasakan. Tidak sadar Nadya pun mulai menggelinjang dan mengeluarkan suara-suara yang erotis sambil masih merasakan malu, “Ahh… ahh… Mas..,maaasss.., jang…jangaaan…. Mass..aaaakhh….!”

Kepalanya yang tanpa sadar juga sudah sudah menempel di kedua payudaranya. Film pun habis, lampu kembali menjadi terang. Mas Budi pun memandangi Nadya dengan mesranya. “Pulang yuk..!” katanya sambil menggandeng tangan Nadya. Sambil berjalan turun, Nadya pun membetulkan rok dan jilbabnya yang sudah diacak-acak oleh mas Budi tadi.

“Maafin kelakuan Mas yah tadi.” mas Budi pun memecahkan kebisuan di antara mereka berdua. “Nggak pa-pa, tapi jangan diulangi lagi yah Kak.. Nadya takut.” jawab Nadya. Mas Budi langsung merangkul pinggul Nadya dan mencium pipinya, sungguh sangat mesranya. Mereka pun pulang dengan menggunakan jasa taxi.

“Turun dulu Kak..!” kata Nadya saat taxi sudah sampai di depan rumahnya. Mas Budi pun menyanggupi dengan langsung membayar taxi dan ikut turun bersama Nadya.

Nadya pun mengambil kunci di bawah pot, di situ biasa keluarganya menyimpan kunci kalau tidak ada orang di rumah. Maklumlah, ibu dan bapak Nadya sering pergi ke rumah masnya yang paling tua, sehingga Nadya biasanya hanya tinggal di rumah bersama saudara-saudaranya.

Nadya langsung mempersilakannya masuk ke rumah mungilnya. “Duduk Mas.., mo minum apa..?” “Nggak usah repot-repot deh, ehh iya orangtuamu nggak ada..?” “Nggak ada Mas, lagi pergi kayaknya.” “Oohh..” Begitu percakapan mereka setelah mereka masuk. Nadya pun langsung masuk kamar untuk mengganti baju.

“Tunggu sebentar yah Kak.” kata Nadya, namun mas Budi langsung mengikuti Nadya ke dalam kamar dan menggendongnya ke atas ranjang, lalu mengunci pintu kamarnya. “Mas mau apa..?” tanya Nadya lugu. “Lanjutin yang tadi yah..?” ucapnya. “Jangan Kak, Nadya takut..!” kata Nadya lagi tapi Mas Budi langsung memeluk Nadya dan menciumi Nadya dengan liarnya. Nadya yang juga sudah dari tadi terangsang menyambutnya dengan ciuman Nadya yang bernafsu.

“Achh.., ack.., ack..!” bunyi mulut mereka yang saling terpaut mesra. Mas Budi pun melepaskan semua bajunya dan bugil di depan Nadya yang wajahnya mulai merah karena terbakar napsu birahi. Kemaluan Mas Budi yang menggelantung di depannya sangat besar, baru kali ini Nadya melihat secara langsung. Selama ini Nadya hanya melihat sesekali saat ia membuka situs porno di internet. Biarpun alim, namun Nadya suka membuka situs2 porno di internet. Nadya tidak kuasa menolak ketika mas Budi melepaskan seluruh baju Nadya, sehingga Nadya polos tanpa sehelai benang pun yang menempel pada tubuhnya, kecuali jilbab birunya yang memang sengaja tidak ditanggalkan oleh mas Budi. “kamu tampak lebih menggairahkan saat masih pake jilbab, sayang.” Bisik mas Budi lembut.

Di kamar Nadya sendiri, di atas ranjangnya sendiri, dimana ibunya biasa tidur bersamanya, sekarang Nadya sedang memegangi batang kemaluan tentornya yang amat panjang dan keras yang mas Budi sodorkan ke mulut Nadya. Walaupun sempat menolak karena agak jijik, namun akhirnya Nadya mau juga dan malah keenakan menghisap miliknya seperti lolypop yang dulu sering diberikan mama waktu Nadya kecil. Mas tentornya pun mengerang keenakan, “Ahh.., aah.., ahhh.., enak Sayang.. terus..!” Terdengar juga saat itu, “Ckkc.. ckkk..!” bunyi hisapan mulut Nadya di batang kemaluannya. Terlihatlah pemandangan yang sangat menggairahkan, seorang gadis yang hanya memakai jilbab di tubuhnya sedang menjilati kemaluan seorang lelaki yang bukan suaminya.

Dalam posisi Nadya tidur dan mas Budi mengangkang di atasnya sambil kedua tangannya meraih payudaranya dan meremas-remasnya, Nadya pun keenakan dibuatnya. Ia sudah tidak ingat apa2 lagi, karena api birahi sudah menguasainya 100 persen. Mas Budi kini melepaskan penisnya dan menghisap kedua payudara Nadya secara bergantian dengan liarnya sambil tangannya memainkan klitoris Nadya dan sesekali menusuk masuk ke lubangnya yang sudah amat becek. Nadya pun merasa sangat nikmat dibuatnya. “Aaah.., ahh.., uhh.., uuhh Maasshh.. shhtt..kkk….. Kak eehhk.., ah.. aahh uhh aaah..!” begitulah teriakannya sambil meracau tidak karuan karena menahan nikmat yang luar biasa.

Mas Budi pun menjilati tubuh Nadya, turun dan turun hingga sampai kepada lubang kemaluannya yang ia garapmesra. Nadya pun melenguh keenakan, “Aahh.., aahhh… massshh.., Nadya mo pipiisshhh..!” Mas Budi seakan tidak menggubrisnya, jilatannya pindah ke arah paling sensitif. Klitoris Nadya dimain-mainkan dengan lidahnya. Nadya hanya bisa merem melek dibuatnya, karena sensasi yang luar biasa atas permainan lidahnya di bagian tubuhnya yang sensitif.

“Kakkk.., Kakkk.., Nadya pipiiishhh. Ahh.., aahh..!” Nadya pun mengeluarkan cairannya, namun mas Budi tidak berhenti menghisap vagina Nadya sampai semuanya dibuat bersih. “Oohh.., Kakkk.., enakk.. Kakk..!” Nadya seakan tidak perduli lagi apa yang Nadya ucapkan. Mas Budi pun mencoba menusuk Nadya dengan senjatanya yang sudah menegang dari tadi. mas Budi mau memuaskan Nadya dulu baru memikirkan nasib ‘adek’-nya.

Nadya pun segera melebarkan kakinya untuknya, pasrah memberikan diri Nadya untuknya. Mas Budi pun berusaha memasukkan batang penisnya ke arah vagina Nadya, namun agak sulit karena memang Nadya masih perawan. Nadya pun merasa sakit, namun karena mas Budi juga meremas payudara Nadya dan menghisap bibir Nadya, rasa sakit itu sedikit terobati. Sampai akhirnya, “Bless..! Pertahanan Nadya berhasil ditembusnya. Nadya pun berteriak, “Ahh.., saa.. saakiitt Kaakkk..!” Mas Budi pun membelai kepala Nadya yang terbungkus jilbab, dan berkata, “Tahann ya uhh..!”

Mas Budi pun nampak keasyikkan menikmati jepitan Nadya, “Uhh.., Dekk.., kamu hebat..!”Mereka pun terus berciuman sementara tangannya memainkan puting susu Nadya yang semakin mengeras. “Ahh.., aahh.. aahh..” betul-betul nikmat dan asyik, “Aahhh.., ohh.., uuhh..!” Mas Budi pun menghisap bibir Nadya dengan lembut. Tidak lama kemudian, “Ahh.., aahh.., ohh.., yeaahh.. yeaah.. Kak.. Nadya mo pipiss lagiiihhh… Oohh Nadya sudah tidak tahan lagi..!” dan, “Serrr…” keluarlah cairan Nadya.

Nadya pun merasakan kenikmatan yang teramat sangat di sekujur tubuhnya seiring keluarnya cairan di liang kenikmatan Nadya beserta darah segar yang sejak tadi keluar dan membasahi sepreinya. Seketika itu juga Mas Budi mengeluarkan batang kemaluannya dari lubang kemaluan Nadya dan menyemprotkan spermanya ke seluruh wajah dan mulut Nadya, sampai membasahi jilbab Nadya. Nadya pun membersihkan sisa-sisanya dengan menelan sperma yang ia semprotkan dengan menghisap batang kemaluannya sampai bersih.

Kemudian mereka pun menatap mesra, berpelukan dan tertidur bersama.
TAMAT

nikmatnya dikerjai murid les ku dan mamanya

nikmatnya dikerjai murid les ku dan mamanya[Image: 1786631_y.jpg] [Image: 1786633_32079_11775205159975.jpg] [Image: 1786636_32079_11775209826641.jpg] [Image: 1786638_32079_11775215159974.jpg] [Image: 1786641_32079_11775222493306.jpg]
Saat masih menjadi mahasiswa, aku sudah bisa menghasilkan uang untuk menopang biaya kuliahku sekaligus memuluskan hasratku untuk meraih pendidikan yang setinggi-tingginya. Namun aku tidak munafik, jalanku tidak mulus. Aku pernah terlibat skandal seks dalam satu keluarga konglomerat. Cerita seks ini akan aku paparkan dibawah ini.

Aku Andre, saat ini umur 23 tahun dan baru lulus kuliah. Sekilas tentang diriku,tampangku 6,5; body 7,5; kejantanan 18 cm (kalo dinilai 9, nanti disangka 9cm hehehe) badanku lumayan kekar karena darri SMP aku kadang2 ke gym. aku tidak termasuk golongan orang pintar secara keseluruhan, tapi aku punya kelebihan dibidang ilmu alam.

Jadi cerita ini adalah tentang aku saat masih kuliah sambil memberi les pada anak2 SMP dan SMA dibidang IPA. Dari 9 orang muridku, 4 diantaranya duduk di bangku SMA kelas dua IPA. les yang aku berikan les privat dan aku yang dateng ke rumah muridku.

Cynthia salah satu muridku yang paling cerdas, orangnya periang dan ramah. Mungkin sebenarnya dia tidak butuh les denganku, tapi karena dia anak tunggal dan sering ditinggal maka orangtuanya menaruh harapan besar terhadapnya. Ayahnya cuma punya waktu 1 minggu dalam satu bulan untuk tinggal dirumah, ibunya masih muda (37 tahun) dan suka jalan2 dengan teman2nya sampai lupa anak gadisnya juga butuh kasih sayang.

Cynthia memiliki paras yang cantik dengan rambut se-tali bra, mirip sekali dengan Luna Maya. selain itu tubuhnya yang ramping dengan lekuk betis indah dan paha jenjang yang putih muluscukup membuat aku sering deg2an. Apalagi ukuran dadanya yang 32C itu, tubuhnya menjadi begitu sempurna.

Aku mulai mengajar Cynthia sejak ia masuk SMA, jadi saat kejadian mengasikan ini terjadi aku sudah kenal dengan dia dan keluarganya kurang lebih 2 tahun (sudah hampir naik kelas 3).

*****

Hujan lebat mengguyur kota Jakarta pada Maret 2007, aku juga basah kuyup saat harus datang dengan sepeda motorku kerumah cynthia. “what a bad f**king day..” aku berbisik sambil menengadah kelangit.
Hujan yang luar biasa lebat disore hari, pasti aku gak bisa pulang lagi sampe malem karena hujan. Tugas2ku juga sudah numpuk apalagi dua bulan kedepan aku harus sidang KP dan Skripsi.
Pagar dibukakan si mbok, aku langsung mendorong motorku ke carport rumahnya dan mmelepas jas hujanku.

“Ko, si non lagi keluar.. katanya sih sebentar aja” kata si mbok menjelaskan.
“Oh, gak apa mbok saya tunggu saja” jawabku sambil menggantung jas hujan di motor.
“Ya sudah silakan masuk, mbok buatkan teh hangat.” ujar si mbok sambil ngeloyor masuk lewat garasi.

Aku masuk ke ruang tamu tapi aku gak berani duduk karena celanaku basah, aku takut mengotori sofa mahal dari bahan suede nya itu. Aku hanya berdiri sambil memandangi lukisan dan foto2 yang terpajang di tembok ruang tamu

“lho kog ndak duduk,ko?” si mbok nyeletuk sambil meletakkan teh hangat.
“iya nih mbok, abis basah sih!” jawabku jujur.
“Ntar yah, tak ambilin anduk dan baju bekas bapak!”, singkat kata aku pun disuruh mandi air hangat supaya gak sakit, lagian si Cynthia blom pulang.

Saat aku selesai mandi, cynthia sudah ada dikamarnya diatas. Aku pun berterima kasih sama si mbok dan langsung ke lantai dua. Aku ketuk pintu kamarnya lalu aku menuju ruang belajar yang persis diseberang kamarnya.

Aku tunggu cynthia setengah jam tapi kog gak muncul2 juga, maka ku beranikan diri untuk membuka pintu kamarnya setelah kuketuk dan tidak dijawab lagi.
Ternyata Cynthia sedang mandi, aku mendengar gemericik air dari kamar mandinya, dan aku melihat pakaian dalamnya berserakan dilantai.

Seketika itu aku merasa terbakar urat hornyku.. Seperti suatu keinginan besar yang sudah lama dipendam dan saat ini saat paling tepat untuk dilepaskan..

Aku berusaha mengontrol berahiku tapi memang nasib.. Cynthia keburu keluar kamar mandi dengan telanjang bulat, mempertontonkan lekuk tubuhnya yang paling pribadi dihadapanku.

“KyaAaaaA…” teriaknya Cynthia spontan karena kaget.
“Oooops…” hanya itu kata2ku dan cepat beringsut kearah pintu keluar.
“Koko ngapain dikamar aku??” tanya Cynthia dengan suara yang tiba2 sudah terkendali.
“Sori, aku gak sengaja!” jawabku sambil membelakanginya

“Bohong…! Mo ngintip yah!!” serangnya sedikit ketus sekarang. aku sempat melirik lagi kearahnya, sekarang handuknya yg sebelumnya melingkar di kepala telah menutupi buah dadanya yang ranum itu.
“Aku keluar dulu deh, kamu pake aja baju trus ntar aku baru jelasin. sori bgt!” cerocosku cepat sambil menarik handle pintu, tapi tiba2 aku berubah pikiran.
Hujan lebat dan berisik sekali diluar sana, buktinya si mbok aja gak bisa denger jeritan Cynthia tadi, apa salahnya kalau aku coba berbuat nakal.. toh aku sudah hampir selesai kuliah dan mungkin akan pindah kota.

Aku berbalik, kali ini dengan cepat aku sergap Cynthia. aaah.. aku bener2 sudah seperti binatang buas.

Belum sempat meronta, aku langsung membekap tubuh Cynthia dari depan dan mengunci mulutnya dengan mulutku supaya dia tidak menjerit. Aku bawa dia ke ranjang dan masih terus ku kulum bibirnya yang sexy..

Sejurus kemudian aku tarik handuknya, satu2nya penutup tubuh yang menempel dibadannya. Benar2 indah payudaranya, mengkel dan putih bersih lengkap dengan putingnya yang masih merah muda.
Aku lahap kedua gunung kembar itu satu per satu. Supaya jeritannya tidak terdengar, aku tutup mulutnya dengan tangan kananku, sementara tangan kiriku menahan rontaannya dan mulutku menjelajah payudaranya yang indah itu.

Aku terus mempermainkan puting susunya dan mulai berani melepas tangan kiriku di vaginanya yang mulai becek. Perlawanan Cynthia tidak terlalu berarti buatku.. Ia terus meronta-ronta tapi akhirnya kehabisan tenaga.

“oouh…” lenguh Cynthia saat aku sentuh klitorisnya, matanya merem melek keenakan. Sirna sudah rontaan demi rontaan yang dari tadi dilakukan Cynthia, berganti goyangan pinggul malu2 dari seorang perawan.

Aku mulai merasa Cynthia menyukai permainanku maka ku lepas tanganku dari mulutnya dan mulai meremasi payudaranya yang indah dengan kedua tanganku. Mulutku terus bergulir kebawah sambil menyapu tubuhnya dengan jilatan sampai akhirnya aku berhadapan dengan miss cheerful-nya. Aku intip sedikit, Cynthia pura2 tak melihatku, ia palingkan wajah ke samping tapi terlihat jelas ia sedang menanti2kan apa yang ingin segera kulakukan.

Kusapu bibir vaginanya.. pantat Cynthia terangkat sedikit. Kusapu sekali lagi belahan vaginanya.. tubuh Cynthia menggelinjang kegelian.. lalu kulahap klitorisnya, kusedot2 dan kupilin2 dengan lidahku.. Cynthia langsung menjambak dan mengusap2 rambutku.. Kali ini dia sudah tak tahan utk bertindak pasif… Pinggulnya digoyang2 mengikuti irama bibirku melahap klitorisnya yang kini sudah basah.

“ouuch…. sssh…..” rintihnya
“mmmhh…. enak ya sayang? mmmh….”ujarku menyela
PLAAAKKK!!!! tamparan telak ke pipiku. Aku kaget bukan main tapi tangan itu kembali menjambak dan mendorong kepalaku supaya terus mengoralnya…

Aku semakin bersemangat dibuatnya… tanda2 kalau dia juga mau sama mau mulai diperlihatkan. aku semakin intens memberikan variasi oral di klitorisnya. tanganku sesekali berputar2 mengorek bagian luar liang vaginanya. Rupanya Cynthia yang selama ini kukira cerdas dan baik2 memiliki bakat terpendam.. bad girls wanna be..

Cynthia makin belingsatan, pinggulnya berayun2 dan nafasnya memburu…
“ko.. An..dre, mmpfh… te..rus..in.. aaahk.. enak… kkoooh….” rintihnya terbata2 sambil menggigit bibir bawahnya..
“mmmph.. mmpphhhh…. mmpphhfff… aaakhhh… yes right there……!!”lenguhnya panjang sambil memeras payudaranya. rupanya Cynthia orgasme.. vaginanya menyemburkan cairan yang langsung kusapu dengan lidahku.

Aku mengambil posisi disebelah Cynthia yang terpejam lemas sambil bertelajang. aku buka bajuku dan memeluknya dari samping-belakang. Kubelai rambutnya hingga ke buah dadanya.. kupeluk erat dan ku ciumi lehernya.

“mmh.. wangi kamu enak Cyn.. wangi khas wanita..” bisikku ke telinganya..
“ko.. kenapa ko andre tega sih…?” lirih bibir manis itu berucap
“tega apa Cyn..? emang kamu gak suka ya?” aku bertanya balik
“suka..” jawabnya lirih. sekarang Cynthia berbalik menatapku, “ko, tadi pas terakhir enak bgt!! itu orgasme yah?” lanjutnya

“iya, itu orgasme sayang.. kamu suka?”
“Suka bangeet… enak bgt… nanti aku mau lagi!” jawabnya.

Huff.. tadinya aku berniat memperkosa dengan menanggung segala akibat, ternyata gadis manis ini malah minta lagi. “Sayang, kamu udah pernah pegang Kontol cowok blom?” tanyaku.
“Pernah, punya mantanku!” jawabnya cepat sambil mengelus kontolku dari luar celana.
“Kalo gitu kali ini kamu kocokin aku ya..!” pintaku sedikit memelas manja.

Cynthia langsung membuka celanaku, ditangkapnya batang kontolku yang sudah keras dan dia mulai turun kebawah memberikan servis oral.

“mmh… enak bgt sayang. kamu jago oral tapi kog gak tau orgasme?” tanyaku setengah curiga.
“hiha, hahu hulu hering horal hacarhu.. (iya, aku dulu sering oral pacarku)” jawabnya.
“tapi itu dimobil, jadi dia gak pernah sentuh punyaku” lanjutnya lagi sambil terus mengocok batang kontolku dengan tangan.

“Kontol ko Andre gede yah.. enak!” sambungnya lagi.
“Kalo enak, diisepin lagi aja Cyn…” kataku lagi.

Tiba2 pintu kamar Cynthia menjeblak terbuka. “Haaallooo manis..” suara itu terputus saat melihat aksi kami berdua. Ternyata itu mamanya Cynthia yang pulang shopping kena macet karena hampir banjir. tante Reni. Masih muda, lebih cantik dari Cynthia, badan terjaga dan lebih sintal. Dia cantik sekali dengan rambut bergelombangnya yang dicat sedikit pirang. Susah juga menjelaskan parasnya, karena gak terlalu mirip artis, tp yang pasti dia cantik.

“Kalian apa2an..?” bentaknya..
Kamipun baru sadar dan cepat2 berberes. berharap seolah2 mamanya Cynthia tidak melihat apa yang baru kami lakukan. Sebelum marah lebih jauh Cynthia memotong pembicaraan ibunya
“Kenapa ma?? Apa Cuma mama yang boleh begini sama pak Asep??”
Bukan main, ternyata tante cantik ini sering kesepian ditinggal suaminya dan sering minta jatah dari sang Supir.
“Kamu… kamu…. kamu tau dari mana?” tanya mamanya kaget.

“aku tau dari dulu ma! Tiap pergi arisan mama selalu begini kan di mobil?” Cynthia sengit.
“ah udah deh, daripada saling ngadu ke Papa mendingan mama ikut aja sama ade.” Lanjutnya lagi.
Kemudian si tante yang malu ngeloyor pergi keluar kamar. Aku yang kaget, takut dan bingung cuma bisa bengong dan menyesal kenapa pintu gak dikunci sampai tiba2 batangku digigit2 kecil oleh Cynthia.
“mmmmffh… enak Cyn.. terus Sayang..” pintaku. Cynthia makin bernafsu mengulumi batang zakar dan biji peler ku. kepalanya berayun-ayun memberikan aku kenikmatan.

Tak berapa lama pintu kamar terbuka lagi. Tante Reni masuk ke kamar setelah berpakaian lebih santai.
“Andre, ternyata kamu liar juga yah…” katanya. “tante bayar kamu untuk beri les pelajaran, bukan yg seperti ini!” sambungnya lagi sambil duduk ditepi ranjang.
Aku sendiri mulai ngerasa gak enak karena sebenarnya aku menaruh hormat pada setiap orang tua murid lesku.. Tapia pa boleh buat, anaknya yang binal masih saja mengulumi batang dan buah zakarku. Aku tidak dapat menjawab sepatah kata pun. Tapi tante reni langsung berinisiatif untuk mencium bibirku. Tante reni juga sudah bernafsu. Akupun langsung membalas ciumannya, ku sentuh pipinya lalu kurangkul tengkuknya supaya ciuman kami lebih hot!

“tante, mau ikutan?” tanyaku sok asik.
“iya dong, sekali2 tante pengen coba daun muda!” jawabnya nakal.
“Cynthia, kamu sejak kapan kayak gini? kamu udah gak Virgin?” tanya tante Reni ke putri satu2nya itu.
“Masih kog ma, kalo sama ko Andre sih baru kali ini..” jawabnya sambil melepas kulumannya dan mengocok kontolku dengan tangannya.

“Dre, oralin tante sih.. pengen coba kemampuan kamu!” tanpa basa basi tante Reni langsung ngangkang diatas aku yang terduduk sambil menikmati oralan anaknya.

Aku langsung melahap vagina tante Reni, kalo yang satu ini aku berani colok2 dengan jariku, karena toh memang sudah gak perawan.
“ooh ndre, e….nak! terusin sayaaaang..” kata tante reni.
Tiba2 aku mulai merasakan kontolku berkedut2 dan siap menyemburkan cairan sperma. Ku goyangan pinggulku maju mundur seperti sedang bersenggama tapi dengan bibir Cynthia.
“Cyn.. terus.. yang.. aku.. udah … “. CROOTTTT spermaku memenuhi mulut Cynthia, yang langsung ditelan habis dan dijilati hingga bersih.

Tapi tak tahu kenapa, aku tidak langsung lunglai.. Mungkin karena ada dua wanita cantik seperti model yang sedang bertelanjang dan mencari kenikmatan dari tubuhku.
Batang zakarku masih keras, tapi cynthia berlari ke toilet. mungkin dia ingin berkumur pikirku. Tinggal aku berdua tante Reni.

Kemudian tante Reni melepaskan vaginanya dari mulutku, ia turun kebawah mengambil posisi duduk di pangkal pahaku. Tangannya menggapai kontolku yang masih keras lalu mulai dikocok2 sedikit.
“Andre, mau di oral lagi atau ngerasain memek tante?” tanyanya centil sambil merunduk dan menjilati dengan nakal pangkal kontolku.
“mmmmfh…. terserah tante…”jawabku. si tante memberi servis oral, kontolku ditelan semuanya tapi aku bisa merasa lidahnya didalam sana berputar2 menyapu kepala kontolku, sedotan2 yang dibarengi gigitan kecil membuat aku merem melek

setengah mati menahan nikmat. “ssssh….. aahh….. tan.. jago banget…” kataku. “entotin Andre, tante…” pintaku lagi sambil meresapi nikmatnya kenyotan tante Reni.
“Emangnya oral-an tante gak senikmat Cynthia ya?” tanya tante Reni sambil kembali menduduki pangkal pahaku.
“Justru enak banget.. aku takut gak tahan tan.. aku kan masih pengen ngerasain bercinta sama yang ahli..” sambungku.

Bless.. kontolku tiba2 terasa hangat.. rupanya tante Reni gak mau nunggu lama untuk menjajal kontolku.

“mmfh.. kontol kamu gede yah ndre”
“suamiku punya sepanjang ini juga, tapi gak selebar kamu punya sayang..” sambung tante lagi.
Sekarang posisi kami women on top, tapi tante Reni merebahkan badannya keatas badanku, sehingga dia bisa leluasa mencupangku atau mengulumi bibirku.
Gerakan maju mundurnya pelan dan erotis, saat dia maju aku merasa seperti kontolku disedot2 (baru aku tau sekarang, itu namanya kempot ayam), lalu saat bergerak mundur pantatnya sengaja dicondongkan keatas supaya penisku seperti terjepit

“sssh… oh yessh… nice baby..” aku tak kuasa menahan desahan.. nikmatnya benar2 seperti disurga-dunia. Leherku sudah merah2 dicupang, bibirku sampai kebas dikulumi, dan kontolku rasanya sedang mengalami kejadian maha dahsyat.

Aku langsung mengubah sedikit posisiku. Kedua kakiku kutekuk sedikit sebagai kuda2. kuremas pantat berisi tante Reni lalu kuangkat sedikit. Kini ada rongga antara pangkal paha tante Reni dan aku. Aku mulai menghujamkan kontolku dengan irama karena sekarang aku yang memegang kendali.

“ooooh.. mmmfh.. trus ndre!” Tante Reni meracau saat aku menghujamkan keras2 batang kemaluanku sampai amblas semuanya. tiga menit berselang aku mulai bosan, aku ajak tante mengubah posisinya lagi. Aku mau doggy Style, lalu si tante pun menuruti dengan berlutut membelakangi aku.

Pahanya sedikit dirapatkan supaya sesuai dengan ketinggian aku yang berdiri dilantai. Lalu kurangkul pinggulnya dan kuarahkan kontolku.. aku terkesima melihat keindahan lekuk tubuhnya tante Reni yang begitu indah, kulitnya juga putih bersih dan mulus
vaginanya juga terawat dan berwarna merah muda.. kubenamkan sedikit2 kontolku lalu ku pompa dengan penuh perasaan sesekali kuhujamkan keras2 secara tiba2.

“aakh.. gila kamu ndre. enak bgt!! ssshh…” kepalanya kini dibenamkan diranjang. badannya miring hanya pantatny saja yang nungging.

Cynthia sudah kembali dari toilet, mukanya kemerahan, dia berjalan kearah kami yang sedang ber-doggy-style. Cynthia hanya memandangi mamanya yang sedang melenguh dan merem melek menerima hujaman kontolku.

Tante Reni memang sudah jago bercinta, disaat giliran aku yang memberi servis, pinggulnya ikut diliuk2kan membuat rasa kempotan memeknya makin memijat2 batang kontolku.
Cynthia terlihat mulai panas dengan adegan kami, ia mendekati aku dan mulai menciumi bibirku.. disodorkannya juga buah dada kencangnya ke arah mulutku.

Edan, aku dikerjai (atau mengerjai) ibu dan anak sekaligus.
“Ma, kapan giliranku?” tanya Cyntia kepada ibunya yang sudah bermandi peluh dan terpejam2 merem melek.
“iyah.. sab..har.. mama.. dikit lagi.. Terusin Ndre!” jawab tante Reni. Sekarang dia bangun dan bertumpu pada satu tangannya, tangan yang lain memainkan klit-nya.

selang beberapa waktu tubuh tante Reni mulai bergetar. Sudah hampir orgasme tampaknya, makanya ku percepat aksiku. kutambahkan tempo dan hentakan2 pada liang vaginanya.

“mmmfh.. yes… yes… akhhh… teruuusss… terusss… mmffh… enak sayang…”
“terusss.. dikit lagi ndre!”
“yes.. yes.. aaaaahh…. ssshh…….”
Ceracau tante Reni menandakan dia sudah orgasme, badannya meliuk2 dan mukanya dibenamkan lagi di ranjang.. pelan2 ia keluarkan penisku yang masih keras dari vaginanya sambil menahan getaran tubuhnya.
“makasih ya sayang, enak banget!!” ujarnya lalu tertelungkup dan tertidur.

Cynthia yang dari tadi sudah berdiri ngangkang sambil mengelus2 memek beceknya pun siap menerima giliran. Hari ini badanku fit sekali, setelah orgasme yang pertama tadi kontolku masih tegang berdiri dan tahan lama.
Lalu kurebahkan tubuh Cynthia disebelah mamanya.. aku minta dia telentang dan aku mengambil posisi missionary. Dalam pikiranku, memerawani gadis harus sambil menatap matanya.. aku mulai dengan pelan2 menggesekan kontolku dibibir vaginanya
sensasi gesekan itu cukup membuat tubuh Cynthia menggelinjang..
“udah siap Cyn?” tanyaku
“iya, ko.. masukin aja.. tapi pelan2 yah”pintanya memelas

Aku mulai mengarahkan kontolku dan memasukkan pelan2 kepala kontolku. Seret banget.. beda dengan mamanya. Kugoyang2kan pinggulku supaya cairan pelumasnya membasahi sempurna kontolku lalu ku masukan centi demi centi.
darah mengalir dari keperawanannya, tapi mata Cythia tidak terpejam. Dia menatapku penuh arti, walaupun terbesit dimatanya rasa sakit perawan.
Bless.. penisku masuk dengan mulus.. sengaja aku masukkan sampai pol lalu kudiamkan sejenak. Aku merebahkan tubuh dan menciumi bibirnya sampai ke pangkal leher.

“tahan ya sayang.. nanti kerasa kog enaknya” bisikku manis di telinganya..
tanganku menggerayangi buah dada sintalnya memilin2 puting susunya supaya lebih deras pelumasnya melelehi batang kontol yang sudah masuk sepenuhnya.

Kaki Cynthia menjepit pinggulku, lalu ia mulai menggoyangkan pinggulnya kekiri dan kanan pelan2..

“ko, entotin aku…” pintanya memelas. Akupun mulai mengambil posisi, gerakan maju mundur diatas tubuh manis gadis yang baru saja 17 tahun ini kubuat sepelan mungkin supaya tidak menyakitinya.
“aaakh… sssh..” memeknya lebih menjepit daripada kempotan mamanya.

“Cyn, enak banget memek kamu..” Hujan deras diluar sana menambah nikmatnya percintaan kami. Cynthia mulai menemukan irama bercinta. Memeknya sudah terbiasa dengan kontolku..
Gerakan demi gerakan, Cynthia semakin binal.. tanganku dituntun nya untuk meremasi buahdadanya..
“ko, aku pengen coba diatas” ucap Cynthia. Aku turuti saja, aku merebahkan diriku ke posisi Cynthia di samping tante Reni.
Sekarang Cynthia yang asik sendiri mencari2 kenikmatan diatas batang kontolku. goyangannya semakin panas dan erotis. sementara itu aku mulai menjilati tanganku, kemudian mengobok2 memek tante Reni dari belakang.
Dalam tidurnya tante Reni melenguh-lenguh.. kupermainkan klitorisnya, lalu kumasukan 3 jari ke memek tante Reni.. mungkin ia terlalu lelah sehingga hanya menerima saja perlakuanku.

Rupanya Cynthia merasa kurang senang saat aku bercinta dengannya, tapi aku malah ngerjain mamanya. Cynthia pun meminta aku yang melayaninya. Sekarang posisi kami doggy style..
Posisi favoritku, dimana sudah berkali2 aku membuat wanita melunglai karena menerima orgasme yang kuberikan (termasuk beberapa mantan pacarku).
Lima menit berselang Cynthia yang masih baru pertama kali bercinta memang bukan lawan sebandingku.. Cynthia mulai meliuk2.. memeknya yang sempit makin kuat memijat2 batang penisku.
“ko.. aku mau… orgas…me…. aaakhh…. sssh….”rintihnya..
“Iya nikmatian aja sayang” jawabku.
“oooh… yes… e…nak… mmfh… ssshh…” cynthia bergetar hebat karena orgasmenya tapi aku tetap menggenjotnya supaya dia menikmati orgasme panjangnya..

DUa wanita tumbang bersebelahan, Cynthia dua kali, mamanya baru sekali, aku juga baru sekali. Kontolku masih berdiri keras, tapi sedikit lagi aku juga hampir orgasme.
Aku tarik tubuh tante Reni kebibir ranjang, posisinya tidur miring.. lalu kubasahi memeknya dan kontolku dengan ludah dan kuhujamkan kedalam memek tante Reni.
kocokanku benar2 egois, aku hanya ingin mencapai orgasmeku yang kedua. Permainanku yang kasar membangunkan tante Reni..
“sssh… Dre, sa..kit…” rintihnya
“tahan tante, Andre lagi enak nih..” jawabku.
Genjotanku semakin kuat dan dalam-dalam. Si tante yang lunglai daritadi mulai terpancing berahinya. Tante Reni membalikan badannya, kedua kakinya diangkat dan ditumpangkan ke sebelah pundakku.
Aku peluk kedua paha jenjang tante Reni sambil terus ngentotin memeknya..

“mmmfhh… ssssh… terus sayang…” rintih tante Reni
“tante udah mau keluar lagi?” tanyaku
“iya sayang.. kamu masih lama?” tanyanya
“udah hampir nih, kita bareng2 yah..” pintaku tersengal-sengal..
“oouch.. sssh.. yes honey.. Fasteer.. YESSShhh… Faasteeerrrr…”jerit tante Reni..
“I’m gonna Blow Honey…” jawabku
“Me too baby…” tante reni menjawab cepat. Kedua tangannya memegangi buah dadanya yang bergoyang2 cepat.
“Keluarin di dalem aja”sambungnya lagi
Kocokanku makin cepat, memek tante makin keras memijit batang kontolku, aku sudah sampai puncaknya..

Croott…. zzzrt… Crottth.. Crottth…
Sperma hangatku menyembur kedalam memek tante Reni seiring sodokan kontolku. Kontolku terus kukocok, kamipun mengalami orgasme panjang.
Penisku menyembur sekali lagi dibalas lelehan cairan orgasme tante Reni.
“aaaaakhhh…. enak banget entotan sama tante” ujarku
“kamu inget ya Andre, mulai sekarang berhentiin semua murid kamu” jawab tante Reni
“biar tante yang bayar semua biayanya, tapi kamu harus selalu ada saat tante telpon” sambungnya lagi

Aku sudah terjerembab diantara 2 wanita itu, aku mau beristirahat.. aku sudah tidak menjawab kata2 tante Reni lagi dan tertidur.
Jam 7.30 Malam aku terbangun, Cynthia yang memanggilku dan mengajak ke ruang makan. Tante Reni sudah masak makanan spesial, Sapi masak Jamur (katanya bisa bikin “kuat”), Tiram mentah (ini juga bikin “kuat”), dan beberapa sayur lain.
makanan pencuci mulutnya sarang walet (ini bisa nambah banyak spermanya yang artinya jadi lebih “kuat” juga).
“Andre, diluar masih hujan. Di TV banyak daerah macet karena banjir” tante Reni membuka pembicaraan
“Ko Andre malem ini nginep aja yaa!” lanjut Cynthia dengan suara manja
“iya ndre, kamu disini aja..” tante Reni menambahkan
“lagian masih banyak pelajaran yang mau aku tanya ke koko..” kata Cynthia dengan mata genit, tangannya menggerepe kontolku dari bawah meja makan.
“tapi.. aku juga banyak tugas” jawabku
“jangan alasan Dre, kamu kan gak perlu buru2 lulus” rayu tante Reni.
“yah, okelah.. ada kalian berdua aku pasti seneng” jawabku tersenyum

Malam itu pukul 11 saat pembantu2 terlelap, aku dan Cynthia menuju kamar tante Reni. Di Jacuzzi kamar mandinya kami bercinta gila2an lagi, kami juga sempat pindah ke kolam renang di taman belakangnya, tapi karena takut terlihat pembantu kami putuskan untuk pindah lagi ke ruang keluarga di dalam. Kami tidur jam 5 pagi. Aku dicekoki Viagra saat sudah lemas karena orgasme beberapa kali.
Nampaknya tante Reni sedang “kemaruk” sehingga tiap saat ingin merasakan kontolku.

Sejak hari itu aku resmi menjadi pemuas tante REni, pak Asep dipecat dan ganti supir baru yang tidak tahu apa2. Sedangkan Cynthia tidak terlalu sering ikutan karena memang tante Reni coba sembunyi2.
Aku baru tahu kalau Ayahnya ternyata memang luar biasa kaya dan memiliki rumah di berbagai Negara, tentu saja lengkap dengan Selir2nya juga.
Jadi Permaisuri kesepian ini biar aku saja yang puaskan.
Aku sebenarnya paling suka kalau ada kesempatan berdua saja dengan Cynthia.. maklum lah, lebih seret dan tentu saja menjanjikan..
Seperti permintaan tante Reni, aku berhenti mengajar. tapi aku tetap mengejar skripsiku. Selama setengah tahun hidupku bak Raja tapi juga serasa budak.
Aku segera susulkan ceritaku yang lain masih disekitar Cythia dan Tante Reni.

Kepada pembaca yang telah menikmati kisahku dengan Cynthia dan mamanya di “Muridku dan Mamanya yang kesepian”, ini adalah kisah lanjutan antara aku dan Cynthia. Jarang sekali aku mendapatkan kesempatan berdua saja dengan Cynthia, aku memang rajin datang ke rumahnya tapi kedatangan itu untuk tante Reni.

Dan demi kebaikan aku masih memilih pulang ke kost dan tidak tinggal dirumahnya Cynthia. Gak enak diliat pembantu alasan Tante Reni. Suatu ketika saat Cynthia akan menghadapi ulangan, aku datang untuk memberinya Les Fisika. Aku langsung saja naik ke ruang belajar.

Disitu Cynthia sedang belajar sendiri menungguku. Dia duduk membelakangi pintu sehingga terlihat ia mengenakan night gown tipis warna pink tanpa bra dan menggunakan G-string putih.Rambutnya diikat buntut kuda, kakinya melipat keatas kursi.

“Cyn.. lagi belajar sendiri?” kataku menyapa
“Ko, ini lagi belajar Gelombang Sinusodial susah bgt.. aku lupa rumusnya”jawab Cynthia
Aku langsung duduk dihadapannya, aku membuka buku dan mulai menerangkan cara penyelesaian soal2 sambil sesekali mengerling buah dadanya yang terjeplak di luaran gaunnya. Saat itu masih jam 4 sore, awan mulai mendung sehingga ruangan sedikit remang2. Sampai jam 5 aku jejalkan ilmu alam padanya.

“Istirahat dulu ya Ko, Cyn cape..” pintanya
Aku mengangguk tanda setuju. Cynthia meregangkan tangannya membuat buah dada sekal itu tampak membesar dan begitu menggoda. Pikiran jorokku gak karuan, gimana nggak sih, tiap dateng ke rumah ini aku kan selalu melayani tante Reni, kadang Cynthia ikut juga dan kali ini sekali lagi aku punya kesempatan berdua saja. Tante Reni lagi ikut Ayahnya ke Vietnam melihat bisnis propertinya disana.
Si mbok, pembantu paling tua dan berkuasa di rumah ini sedang pulang kampung. Yang tinggal hanya dua orang pembantu muda yang masih bodoh jadi kalo gak ada kepentingan, mereka biasa mendekam di kamar nonton tivi.

“Cyn.. kamu kog bajunya tipis bgt.. ntar ganggu konsentrasi belajar loh” kataku
“akh.. ganggu konsentrasi mengajar kali..” jawab Cynthia sambil meremas sendiri payudaranya dihadapanku.
Luar biasa nikmatnya mengajari anak SMA yg cantik ini.. Aku berdiri dan mendekati Cynthia dari belakang, lalu aku meremas2 payudara yang sintal itu.
“mmmffh…. ko, udah lama Cyn gak ikut di entotin” , “tadi malam aku mimpi dientotin koko..” sambungnya lagi.

“Uuuuhh… sayang, kamu kan musti belajar. bentar lagi ujian..” jawabku sambil memeluknya dan menciumi leher Cynthia yang harum.
“Kasih aku sekaliii aja.. aku pengen bangeeet…” pinta Cynthia memelas..
Ah… sudahlah gak perlu munafik. toh tante Reni telah memberikan aku gaji yang setimpal, lagian memang aku suka memberikan layanan pada Cynthia.

Kubuka night gown tipis Cynthia dari tali di pundaknya. Gunung kembar 32C itu bak melotot saat sudah tidak dihalangi bajunya.

Kulumat bagian bawah telinganya sambil meremas kedua buah dadanya dari belakang. Cynthia mengaitkan tangannya ke leherku dan kepalanya dijatuhkan ke pundakku.
Sungguh pemandangan yang erotis, lekukan indah tubuhnya semakin terlihat.
“Cyn.. tubuhmu indah banget!” desisku ditelinganya yang bersih

Lalu kuputar kursinya supaya berhadap2an denganku. Aku memintanya untuk naik keatas meja belajar. Cynthia pun menuruti saja kemauanku.

Gantian aku yang duduk dikursi dan menghadap ke vaginanya yang masih ditutup G-string namun telah becek. Vaginanya tembam, bulunya halus dibagian atas sedangkan disisi bibir vaginanya telah dirapihkan. Aku singkap tali penghalangnya lalu kujilati kemaluannya. Tubuh Cynthia menggelinjang kegelian saat kusodokkan jari tengahku berulang kali..
“aauch…” rintihnya dibarengi jambakan pada rambutku.

“Cyn.. tiduran di karpet aja deh, kita pake gaya 69 aja” pintaku. Cynthia pun turun dan mengambil posisi 69 diatasku. Kulumannya semakin nikmat mungkin tante Reni sudah kasih ilmunya batinku..
“ouuh.. yes te..rus… enak.. ko… aku hampir..” lenguhnya setelah 5 menit kuservis.
“yes… ooooouuhh….” pantatnya diturunkan, lidahku menusuk kedalam liang vaginanya dan diapun mendapat orgasmenya yang pertama.

“enak ya honey?” tanyaku
“enak!” jawabnya singkat lalu membalikkan posisi. Sekarang dia duduk di pangkal pahaku, memegang erat batang kejantananku dan mengarahkannya ke vaginanya yang masih sempit dan becek.

Bless.. penisku masuk semuanya, kedua lututnya menjepit pinggangku, Cynthia meringis menahan sensasi geli-geli-nyeri.
Aku yang sudah tegangan tinggi merasa gak puas kalo penisku cuma diam saja di dalam sana. Akupun langsung merubah posisi.
Sekarang Cynthia dibawah, kakinya ku kaitkan di pinggangku. aku mulai mengocok dalam2 di liang vaginanya…
Bless…. blessh.. blesssh… hentakan ku diiringi goyangan pinggul Cynthia..

“mmmphh… enak banget sih ko…” ceracaunya
“iya, memek kamu sempit sayang.. makanya enak” jawabku.
“Kalo gini caranya.. aku.. bisa.. ssshh.. sekali lagih..sssh…” desisnya
“C’mon, get it..” jawabku sambil memacu lebih cepat sambil merebah dan menjilati payudaranya, sesekali kugigit puting merah mudanya.
“OOohh…. enak ko… enak…”Ceracau si cantik
“terusin sayang.. nikmatin aja.. nikmatin kontolku” jawabku cepat.
Blessss… bless.. bless.. Dinding vagina Cynthia berkedut2 dan semakin panas, gesekan dengan kontolku pun terasa semakin menjadi2.

“Aaakkhh… aku orgasme ko…. jangan berenti…” Pintanya.. tangannya dikalungkan dileherku, pinggulnya menggelpar kesana kemari seperti mencari pertolongan.
Kuberikan waktu 1 menit padanya orgasme panjang.. kontolku melibas liang vaginanya tanpa ampun. gelinjang tubuhnya tak tertahankan sampai akhirnya Cynthia Squirtting sedikit (itu loh, cairan orgasme muncrat seperti kencing)

Aku melepas kejantananku, tubuh Cynthia bergetar hebat merasakan orgasme panjang. lututnya diapitkan tapi bergemeretak. Aku masih belom puas, tapi kasihan melihat Cynthia.
Aku ambilkan minum untuk Cynthia, lalu memeluknya yang terjerembab di karpet. Wajahnya lemas lunglai..

Timbul niatku untuk memberi pelajaran baru bagi Cynthia. aku turun kebawah dan mulai menjilati analnya.. sapuan lidahku terkadang sampai ke klitoris Cynthia yang masih basah.
Pelan2 kumasukkan jariku ke lubang analnya.. lebih keras memang, tapi kalo dilakukan dengan keras tapi lembut pasti tembus juga.

Cynthia belum bisa menikmati permainan anal ini, tangannya beberapa kali mencoba menghambat tanganku.

“ko, jangan dong.. kan jorok..” pintanya dengan suara penuh kelelahan.
“Cyn.. mama kamu juga suka kog kalo diajak maen belakang.. kamu tenang aja” ucapku beralasan.
Lalu kuarahkan kontolku ke anal Cynthia. Pelan2 kepala kontolku memasuki lubang pantatnya yg sempit, tapi rupanya Cynthia tak dapat menahan sakit.

“ko, sakit bangettt… di Memek aja!!!!” pekiknya teredam sambil meringis..
terpaksa deh aku cabut lagi. sekarang aku arahkan ke memeknya, posisiku tiduran menyamping, cynthia juga, hanya pantatnya yang sedikit ditunggingkan kebelakang.

Blesss.. bless.. ku genjot lagi vaginanya… “oouh… mmmhh…. Ssshh…. Enak banget Cyn..!” aku merem melek menikmati vagina gadis ini, selain masih seret, Cynthia juga baru orgasme sehingga terasa lebih menjepit batang kontolku. Sodokan kontolku memancing gairahnya lagi, pinggulnya digoyangkan berlawanan dengan gerakanku supaya penisku terbenam lebih jauh menyentuh dinding vaginanya.
bosan dikamar belajar, kamipun pindah ruangan. kali ini kami berdiri di Void lantai 2. Cynthia berdiri membelakangi aku, tangannya memegangi railing void, aku memompanya dari belakang. Dari sini aku bisa melihat kearah taman belakang yang ada kolam renangnya. Lalu muncul ideku untuk maen Outdoor.
Apalagi biasanya sore2 pembantu2 Cynthia sedang mengajak anjing2nya jalan2 sore. Kamipun berpindah tempat lagi. dipinggiran kolam renang, kurebahkan Cynthia beralaskan handuk putih. aku sendiri masuk sedikit ke dalam kolam yang bagian dangkal (hanya 50 cm)

“sssh… enak banget sayang” kataku
“iya enak banget.. kontol koko gede.. pantes aja mama suka banget ya ML sm koko” jawab Cynthia lagi.
“ouh… mmhh… ” lenguhanku makin menjadi2 karena sensasi gesekan yang timbul memang membuatku tak bisa mengontrol pikiranku lagi.
“Cyn… aku mau keluar nih bentar lagi..” sambungku
“ya sudah dikeluarin aja di dalem, aku lagi gak subur kog” Cynthia menyambung
Bless… Bless… Bles… nikmatnya bersetubuh dengan gadis cantik ini. rumahnya telah ku eksplorasi sepertii pengalaman mengeksplorasi tubuh wanita ini.

Aku sudah semakin gak tahan. Kulihat Cynthia juga sudah mulai menggelinjang, maka kupercepat genjotanku.. semakin cepat… semakin cepat…
” akkkhhh… sayang… aku keluar yang…” jeritku
Crrootth…ccroooothh…. Crothh..

tiga kali kontolku menembakkan sperma kental, setiap kali memuntahkan sperma, kontolku membesar sedikit yang menyebabkan sensasi luar biasa
dinding vagina yang sedang berkontraksi karena orgasme memijat batang kontolku yang membesar.
“teruuussss… terusssin ko.. Cyn juga mau lagih…”
Bibir kami pun berpagutan, tanganku meremas2 buah dadanya yang mengeras. Setelah aku mencapai orgasme ku, kontolku masih kusodok-sodokkan supaya Cynthia juga bisa merasakan orgasme. Goyangan pinggul kami jadi semakin cepat.

“ooouuhhh…. Ooummmhhh….. terus ko….” Pintanya sambil mempercepat goyangan pinggulnya.
“yess… ahh…aku… klimaks…. Yess…. Aaaah…” jeritnya lagi tanpa menghentikan goyangannya.. tangannya mencengkram payudaranya sendiri… ah.. kami mengalami hari yang sgt menyenangkan..
Spermaku meleleh keluar saat kucabut kontolku.. lalu kugendong Cynthia ke kolam renang.
Kaki Cynthia dikaitkan dipinggangku dan memeluk erat tubuhku. kami berendam di kolam yang cukup dalam (160 cm). aku bawa Cynthia kepinggiran kolam sehingga dinding kolam ikut menopang punggungnya. Dipinggir kolam itu kami bermesraan..

Kuciumi bibirnya dan kulantunkan pujian pada tubuh dan kemolekannya..
Cynthia hanya tersenyum.. Rupanya dia telah belajar untuk menikmati Sex.. kami bermesraan dalam pelukan cukup lama, kebetulanmentari sudah bersinar lagi dan menghangatkan air di kolam cinta..
Kontolku sempat berdiri lagi,tapi Cynthia meminta untuk istirahat. Kamipun masuk kerumah dan mandi di Bathtub kamar mandi Cynthia. Di bathtub aku sempat mengulangi sekali lagi, sampai kami berdua orgasme. tapi kali ini permainan kami tidak terlalu panjang dan hot. Kami lakukan penuh perasaan selayaknya sepasang kekasih, bukan dengan mengumbar nafsu. Selesai mandi aku kembali mengajari Fisikanya yang tertunda sex kami, lalu aku pamit pulang padanya karena hari ini aku harus bikin tugas.
Sampai dirumah Cynthia SMS ke HP-ku,

C : ko, sudah dirumah? ko, aku pengen tanya… koko mau gak jadi pacarku? aku gak masalah kalo mama minta dilayanin, toh dia mamaku. Aku pengen minta kasih sayang dari koko,bukan cuma sexnya.
aku tak langsung membalas, aku cerna kata2nya. mungkin sudah saatnya aku memberi perhatian pada seorang gadis, lagian aku juga yang telah memerawaninya. lalu aku balas SMS Cynthia.
A: kamu gak salah cyn?? Km knp?
C: gak salah kog.. emang koko gak suka aku ya?
A: suka.. suka bgt malah.. hehe… kamu manis.. aku juga jatuh cinta sm km.. aku mau jadi pcr km sayang..
C: hehehe… cyn sayang koko… ko, kerumahku lagi dong.. pengen dicium..
A: Kalo gitu aku bawa barang2ku deh, aku kerjakan tugas di rumah kamu aja. Supaya kita bisa sayang2an. Love you honey..! mmuah..
Aku bergegas mengambil data2 dan laptopku, lalu kukebut lagi Honda CBR-ku kerumahnya.
Kulewati malam yang indah bersama Cynthia, selain peluk dan cium mesra hari ini tiga kali kami bercinta…

Gairah Liar di Tengah Pendakian

Gairah Liar di Tengah Pendakian[Image: t149480_22760612235852451063110000209453...85496n.jpg] [Image: t149479_27100614091991598782510000209453...08274n.jpg] [Image: t149477_22282512430368764944810000209453...31307n.jpg] [Image: t149478_22282512430369098278110000209453...08388n.jpg]

Namaku Asep, umurku 30 tahun. Saya belum menikah alias masih lajang. . Saya tidak mempunyai pekerjaan yang tetap, pernah jadi satpam di sebuah villa, tetapi sudah berhenti, karena pekerjaannya yang tidak jelas. Pekerjaan sebagai satpam, menurut saya tidak ada tantangannya, setiap hari hanya jaga terus. Dan gajinya juga tidak seberapa, hanya Rp 250.000,00. Setelah tidak lagi menjadi satpam, saya bekerja serabutan.

Pernah ikut bapak menjual sayur di pasar Cipanas, tetapi tidak saya teruskan. Pernah jadi kuli borongan bangunan, tetapi karena sepi, saya dikeluarkan. Pernah jadi supir angkot sebentar lalu dikeluarkan, karena sering ditilang polisi. Tetapi pekerjaan yang kini saya jalani sesuai dengan hobby saya. Saya senang sekali naik gunung. Waktu masih SMP, seminggu sekali saya bersama teman-teman mendaki gunung Puteri. Saya sudah hafal sekali akan jalan di daerah itu. Saya mengerti persis mana jalan pintas menuju puncak gunung itu dan mana jalan berkeloknya. Tempat air terjun pun saya mengerti, ada yang letaknya begitu sepi dan menarik, atau yang agak ramai di datangi pengunjung.

Akhirnya, saya bekerja menjadi pemandu di gunung Puteri. Para tamu menggunakan jasa saya untuk menemani mereka mendaki gunung, karena mereka mendengar cerita dari rekan mereka yang pernah ke puncak gunung Puteri dengan saya. Dalam sebulan, saya bisa 4 atau 5 kali mendapat tamu yang minta di antar ke puncak gunung itu. Setelah, saya mengantar mereka ke tempat menarik di sekitar gunung itu, mereka selalu memberi upah yang lumayan, apalagi kalau tamunya orang asing atau bule, minimal 100 dollar saya dapatkan dari mereka untuk sekali pendakian. Saya memang tidak pernah memberi tarif, karena di lain pihak, saya juga menikmati perjalanan ini dan saya pun bisa menyalurkan hobby saya. Biasanya kami mulai start sekitar pukul 01.00 dini hari, sampai di puncaknya sekitar pukul 5 pagi.

Di sana kami bisa berhenti dan duduk-duduk untuk menikmati sunrise yang indah. Bermacam ragam tamu yang pernah saya antar, untuk mendaki gunung itu, ada murid-murid SMA, mahasiswa/i, bahkan tamu asing pun sering pula saya antar ke puncak. Biasanya setelah menikmati sunrise, saya mengajak mereka ke air terjun untuk menikmati dinginnya air itu. Lama perjalanan ke air terjun dari tempat kami menikmati sunrise sekitar 1 jam. Memang agak jauh, tetapi amat menyenangkan. Karena suasana dan udara seperti ini tidak bisa mereka alami di kota besar.

Sekali waktu pada pertengahan Juni 2009, saya mendapat tamu, yakni dua orang wanita bule dari Australia yang meminta saya menemani mereka, namanya Francesca dan Andrea. Meskipun bule, mereka lumayan fasih berbahasa Indonesia. Bagi mereka, bahasa Indonesia termasuk bahasa yang mudah dipelajari dan itu menjadi salah satu pelajaran ekstrakulikuler sewaktu mereka dahulu di Senior High School (SMA). Dalam rangka mengisi liburan kerja, mereka berencana untuk camping selama 3 hari 2 malam. Keberadaan mereka di Indonesia, khususnya di Jawa Barat ini memang cepat, karena keterbatasan ijin yang mereka dapatkan dari pimpinan di mana mereka bekerja. Mereka hanya diperbolehkan mengambil libur seminggu oleh pimpinan mereka. Karena mereka menjunjung tinggi nilai-nilai kedisiplinan, maka mereka menggunakan waktu yang sempit ini sebaik-baiknya untuk menikmati Gunung Puteri. Hari Senin sore sekitar pukul 3, saya sudah menunggu mereka di restoran Simpang Raya. Ada sekitar 30 menit saya menunggu mereka, tentu saja dengan sudah mempersiapkan segala keperluan pribadi untuk camping. Sedang asyik merokok saya melihat ada 2 turis perempuan dengan tas ranselnya masing-masing turun dari sebuah mobil carteran. Saya mendekati mereka lalu menyapa dengan bahasa Inggris yang amat pas-pasan dan ala kadarnya, maklum nilai bahasa Inggris saya di raport kalau tidak 3 atau 4
“Francesca and Andrea? You…”

Kemudian mereka menjawab: “Yes, we are Cesca and Dhea. Are you bapak Asep?”
Menjawab pertanyaan itu, dalam bahasa Inggris yang ngawur, saya cuma bisa bilang: “Yes.. I… Asep. Only call me Asep, no bapak. Still young. Ok?”
Mereka tersenyum dan tertawa, lalu saya terkejut
“Oh, anda bapak…oh sorry Asep? Senang berjumpa anda yang meluangkan waktu untuk kami kemping dan mendaki gunung Puteri ini.”
Hah…rupanya mereka mengerti bahasa Indonesia dengan logat bule mereka yang kental. Kami saling berkenalan dan istirahat sebentar di sekitar simpang Raya. Dari perkenalan itu, saya tau mana Francesca, yang dipanggil Cesca. Dan mana Andrea, yang dipanggil Dhea. Kedua bule ini masih muda, umurnya 24 tahun. Mereka bekerja di tempat yang sama di bagian keuangan sebuah perusahaan bir. Cesca dan Dhea adalah bule yang cantik dan menarik. Hidung mereka mancung sekali, matanya kebiru-biruan, dan kalau mereka berdiri, saya hanya sepundaknya saja. Kulit mereka tidak seperti kebiasaan kulit orang bule lainnya yang kasar, begitu lembut dan halus kulit mereka yang berwarna putih agak kemerahan. Rambut Cesca agak lebih panjang daripada Dhea, warnanya pirang, sedangkan rambut Dhea agak merah. Yang menarik juga pada diri mereka adalah payudaranya yang lumayan montok. Karena kaos yang mereka kenakan agak rendah, beberapa kali saya bisa melihat belahan dadanya yang ranum itu. Tampak payudara itu bergerak-gerak di balik kaos yang mereka pakai.

Sebelum beranjak dari tempat itu menuju tempat kemping yang memakan waktu 1,5 jam perjalanan dengan menyewa angkot, kedua cewek bule itu mengajak saya makan. Akhirnya mereka memutuskan untuk makan sate kambing. Kami memesan 3 porsi sate kambing dan makan bersama di tempat itu, bedanya kalau saya memakannya dengan nasi, mereka tanpa nasi. Tampak ceria sekali mereka berdua, terkadang mereka bercanda dalam bahasa Inggris, sehingga saya tidak mengerti apa yang mereka perbincangkan. Yang saya lihat, bila Cesca mengambil sate itu dan memasukkannya ke dalam mulut, Dhea menggodanya, seolah mau merebut sate itu. Dan bila Dhea akan menggigit sate itu, maka Cesca akan menahan tangan Dhea, sehingga Dhea agak terhambat memasukkan sate itu ke dalam mulutnya. Melihat mereka yang sedang bercanda, saya hanya bisa senyum-senyum saja, dan mereka juga ikut tersenyum. Saya yang tidak mengerti akan apa yang menjadi bahan bercanda mereka, sepertinya menangkap kalau mereka sedang bercanda yang jorok alias porno. Mungkin mereka membayangkan, bahwa sate yang mereka pegang dan masukkan ke dalam mulut itu ibarat kemaluan pria.

“Ah dasar bule”, saya hanya bergumam di dalam hati.

Setelah acara makan selesai, Cesca mau mengambil sesuatu dari tas ranselnya, otomatis dia membungkukkan badannya. Pada saat itu, tanpa disengaja, saya melihat gumpalan payudara Cesca yang putih montok itu. Sesaat saja, saya melihat pemandangan itu. Untungnya Andrea sedang ke wc, sehingga saya dengan leluasa melihat pemandangan indah itu tanpa ragu. Kemudian Cesca mengeluarkan sebungkus rokok dari ranselnya itu. Sebagai ungkapan ramah, saya menyodorkan korek api kepadanya dan setelah rokok itu menyala, kelihatan sekali Cesca menikmati rokok itu. Setelah Dhea kembali dari WC, ia pun ikut merokok. Rupanya Dhea lah yang membayari makan sore kami itu. Setelah dirasa cukup istirahat, kami akhirnya memutuskan untuk berangkat ke tempat kemping. Sekitar pk 5 sore, kami meninggalkan Simpang Raya menuju tempat kemping yang jaraknya sekitar 1,5 jam perjalanan. Cuaca sore hari itu cerah, dan tepat pk 6.30 sore, kami sudah tiba di tempat itu. Tempat kemping kami begitu sunyi dan sepi, jauh sekali dari rumah penduduk, hanya ada suara air dan binatang. Tempat ini, sepertinya sudah menjadi tempat khusus bagi saya untuk kemping.

Masing-masing pemandu di sini sudah saling mengerti akan tempatnya masing-masing, sehingga tidak main serobot saja. Di tempat itu kami membuat 2 kemah, 1 kemah kecil yang cukup untuk saya pribadi, dan 1 kemah yang agak besar untuk Cesca dan Dhea. Setelah selesai mendirikan 2 kemah, Cesca dan Dhea hendak mandi di sungai. Letak sungai itu tidak begitu jauh, hanya sekitar 50 m saja. Saya tidak berniat mandi malam itu, karena td sudah mandi di rumah sebelum menjemput mereka. Sementara mereka mandi, saya mengumpulkan beberapa batang kayu kering yang ada disekitar sana untuk membuat perapian. Hal ini saya lakukan supaya ada kehangatan di tengah udara dingin ini, dan membuat keadaan di sekitar menjadi agak terang.

30 menit kemudian Cesca dan Dhea kembali dari mandinya di sungai, mereka tampak segar. Memang cantik kedua cewek bule ini dan seksi, gumam saya dalam hati. Mereka kini mengenakan hotpans yang memperlihatkan paha mereka yang montok dan mulus. Saya juga menyaksikan di balik kaos yang mereka kenakan, tampak tonjolan sepasang puting payudara mereka, yang kelihatannya tidak dibungkus oleh bra. Sexy sekali mereka malam ini. Di tempat kemping itu, kami ngobrol untuk rencana kegiatan selanjutnya. Suasana menjadi nyaman dan kami bisa saling berkomunikasi. Saya pun bilang kepada mereka, bahwa mereka adalah turis yang paling cantik yang pernah saya temani, dan juga mengatakan bahwa mereka sexy sekali. Mendengar pengakuan saya, mereka tertawa penuh bangga dan berterima kasih atas pujian itu. Mereka terkadang menggunakan bahasa Inggris saat bercanda, yang sepertinya merahasiakan sesuatu kepada saya. Dari perbincangan kami malam itu, mereka memutuskan hendak menikmati sunrise dari puncak gunung.

Akhirnya kami sepakatmaka untuk berangkat dari tempat kemah sekitar pukul 1 pagi. Saya mempersilahkan mereka membawa barang secukupnya supaya tidak repot di jalan, tentu saja uang dan barang berharga mereka harus dibawa, sedangkan yang lain dapat ditinggalkan di dalam tenda. Saya menjamin, semuanya akan aman. Mereka menyetujui usul saya. Setelah menjelaskan rute perjalanan dan tempat-tempat yang akan dilewati, mereka bertanya tentang air terjun yang indah itu. Saya pun menjelaskannya dalam bahasa Indonesia. Begitu antusias Cesca dan Dhea, mendengar penjelasan saya, khususnya mengenai air terjun itu yang airnya bukan saja menyegarkan tubuh, tetapi juga bisa dipercaya membuat awet muda. Rupanya ke dua cewek bule yang cantik dan seksi ini mau awet muda juga. Setelah menjelaskan itu semua, saya menyarankan untuk istirahat. Waktu saat itu sudah menunjukkan pk 10.00 malam, berarti masih ada waktu sekitar 3 jam untuk istirahat.

Cesca dan Dhea menyetujui hal itu, dan malam itu mereka istirahat. Saya masih di depan tenda, memikirkan rencana perjalanan besok. Sedang enak-enaknya berpikir sambil merokok, saya bisa melihat apa yang di lakukan Cesca dan Dhea di dalam tenda itu. Jelas kelihatan dari tempat duduk saya, bila memandang ke tenda yang mereka tempati dengan hanya di terangi lampu kecil di dalamnya, Cesca dan Dhea melepaskan kaosnya masing-masing. Jelas sekali siluet tubuh mereka dengan tonjolan payudaranya yang indah membayang seolah menembus tenda itu. Betapa cantik dan molek ke dua cewek bule itu.
Pemandangan itu tentu saja membuat saya terangsang. Tetapi, saya tidak berani bertindak sembarangan. Saya pun akhirnya masuk ketenda untuk istirahat, supaya tubuh ini tetap sehat saat perjalanan sebentar pagi. Sekitar pk 00.30 lewat, saya keluar tenda dengan baju yang tebal dan berlapis-lapis untuk mengusir hawa dingin, lalu membereskan barang-barang yang nanti akan saya bawa. Saya menunggu mereka di luar tenda. Sekitar 20 menit menunggu akhirnya Cesca dan Dhea keluar dari tendanya, rupanya mereka sudah menggenakan kaos yang semalam mereka pakai, tetapi masih mengenakan hotpansnya. Setelah memakai sepatu, mereka mengenakan jaket mereka masing-masing.

Melihat hal itu, saya berpikir dalam hati dan menilai bahwa mereka cukup nekad berhadapan dengan hawa dingin, bukannya pakai celana panjang, tetapi pakai celana hotpans yang bahannya dari kaos. Mungkin mereka sudah biasa di hawa dingin, sehingga tahan dengan hawa seperti ini. Setelah dirasa siap semua, kami pun berangkat. Dalam perjalanan, yang saya perhatikan, mereka saling becanda dan menggoda. Terkadang mereka saling menyentuh anggota tubuh mereka masing-masing, bahkan saya melihat kalau Dhea dengan nakalnya meremas payudara Cesca. Tindakan itu, terkadang membuat saya risih, apalagi saat Cesca mau membalas ke Dhea. Dhea seolah menjauh dan berlindung di balik tubuh saya, akibatnya saya dijepit dua arah oleh kedua cewek bule itu. Terkadang lengan saya, tanpa saya kehendaki, bersentuhan dengan payudara Cesca dan Dhea yang ranum itu. Begitu empuk payudara itu, saya pun jadi terangsang dengan tingkah becanda mereka yang memberi keuntungan pada saya. Mereka tampil seperti anak kecil yang sedang bercanda, dan sayalah yang menikmati enaknya. Dalam perjalanan itu, hawa dingin dan sepi menyelimuti kami.

Bagi saya yang mengenakan baju hangat, tidak begitu terganggu dengan hawa dingin ini, begitu pula Cesca dan Dhea, karena mereka terus bercanda, sehingga mereka merasa hangat. Tak terasa, akhirnya kami sampai di puncak gunung, langit mulai terang. Tak beberapa lama kemudian, kami menikmati terbitnya matahari perlahan demi perlahan. Saya duduk di atas sebuah batu sambil menikmati keceriaan mereka. Tak henti-hentinya mereka mengabadikan terbitnya matahari dengan kameranya. Silih berganti pula, mereka saling foto, sampai akhirnya saya pun diajak untuk berfoto bersama dengan mereka. Saya merasakan, inilah pengalaman yang paling indah dan menyenangkan selama saya menemani tamu.


Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi, dan kami memutuskan untuk menuju air terjun. Perjalanan menuju air terjun, kami tempuh sekitar 1 jam lebih. Hawa dingin yang baru saja kami alami, kini sudah berganti dengan teriknya sinar matahari. Karena hawa sudah mulai hangat, saya melepas baju dingin dan jaket lalu memasukkannya ke dalam tas ransel. Cesca dan Dhea pun melakukan yang sama, mereka melepaskan jaketnya. Kembali pemandangan yang semalam saya lihat, muncul lagi pada pagi ini. Sekali-sekali saya melirik tubuh mereka yang terbuka, yakni paha dan belahan dada mereka. Saya bisa menerka, kalau mereka saat ini tidak menggenakan bra. Sepertinya sudah menjadi kebiasaan mereka dengan berpergian tanpa bra. Untung saja, jalan yang kami lalui sepi sekali. Selama dalam perjalanan, kami tidak berjumpa dengan orang lain. Kini saya bisa membayangkan betapa padatnya tubuh mereka berdua, dengan payudara yang montok, dan paha yang mulus. Keringat yang keluar dari ubun-ubun kepala mereka mengalir melewati pipi, menambah betapa seksinya mereka saat itu.

Beberapa kali saya melihat Cesca dan Dhea mengelap keringat di kening mereka dengan mengenakan ujung kaos mereka. Akibatnya, beberapa kali pula saya melihat tubuh ramping mereka yang begitu putih saat mereka mengelap keringat di dahinya dengan ujung kaos itu. Bahkan, saya bisa melihat payudara Cesca yang putingnya berwarna kemerahan saat ia mengusap keringat di dahinya. Mereka pun tetap becanda penuh gembira dihadapan saya, becanda yang membangunkan kelelakian saya. Bayangkan saja, Cesca dengan begitu nakalnya membantu Dhea mengusap dahinya yang berkeringat dengan mengangkat ujung kaos Dhea tinggi-tinggi sehingga payudara Dhea yang sekal dan berisi tanpa ditutup bh, kelihatan jelas di hadapan saya. Betapa putingnya itu, menantang untuk dihisap. Dhea yang diperlakukan spt itu, bersijap cuek saja. Bahkan, Dhea membalas perlakuan Cesca itu dengan juga mengangkat ujung kaos itu, dan mengusap wajah Cesca. Itulah becandanya cewek bule yang sangat sensasional, seolah membangkitkan nafsu saya.

Sesampainya di air terjun itu, suasana begitu sepi, hanya kami bertiga yang ada di sana. Sejuk sekali air itu, sehingga saya ingin mandi di sana. Tetapi saya sadar, lalu berpikir untuk menunda mandi. Lebih baik, saya menunggu keinginan tamu saya itu. Rupanya Cesca dab Dhea sudah melepas sepatu mereka, dan meletakkannya di atas bebatuan. Mereka sedang asyik main siram-siraman air. Terkadang kenakalan mereka keluar dengan menyiram tubuh saya dengan air. Karena suasana sudah akrab, saya meletakkan ransel saya dan melepas sepatu gunung saya dan ikut dalam keriangan mereka. Saya membalas perlakuan mereka yang menyiram saya dengan perlakuan yang sama. Baju kami masing menjadi basah. Dan akhirnya, suatu pemandangan yang indah sekali ada di hadapan saya.

Saya begitu terkejut, ketika Cesca dan Dhea melepaskan kaosnya masing-masing. Kini di hadapan saya, terpampanglah dua tubuh sexy yang luar biasa indahnya, telanjang dada. Betapa indah, putih dan mulusnya tubuh kedua wanita bule itu dengan sepasang payudaranya yang montok, ranum dan indah itu. Tidak ada sedikit pun rasa malu yang saya lihat pada wajah mereka. Bahkan lebih gila lagi, tiba-tiba Cesca menurunkan celana hotpans Dhea, bersamaan dengan cdnya. Begitu pula sebaliknya, Dhea menurunkan celana hotpant Cesca dan meloloskannya lewat kaki indah itu. Luar biasa pemandangan indah yang saya saksikan di tempat itu. Tubuh Cesca dan Dhea, bugil polos tanpa tertutup benang sehelaipun terlihat bebas di hadapan saya. Sepasang tubuh yang mulus, tubuh wanita bule dalam keadaan telanjang bulat. Tidak ada rasa malu atau risih dari mereka, justru saya yang terbengong menatap tubuh bugil mereka.

Bahkan, dengan menggunakan bahasa Indonesia yang sudah dikuasai, mereka mengajak saya untuk terlibat dalam keriangan itu sambil mandi bersama. Dengan berlagak malu, kulepaskan kaos dan celana panjangku. Meskipun aku paham sekali kalau jam segini, lokasi ini pasti sepi, aku tetap tidak berani membuka cd ku, penutup terahir yang menempel menutup penisku. Saya mengagumi keberanian kedua cewek bule ini yang sangat berani tampil bugil. Perlahan-lahan saya dekati mereka, dan mereka menyambut ke datangan saya dengan tepuk tangan. Nikmat rasanya mandi bersama ke dua wanita bule yang sudah bugil itu. Tiba-tiba aku terkejut dan bingung juga ketika Cesca memasukkan tangannya yang lembut ke dalam cdku dan meremas batang penisku yang sudah menegang. Dari beberapa wanita yang pernah main sama aku, mereka selalu mengatakan kalau penisku ini besar dan panjang.

Mereka sangat puas bersetubuh denganku. Misalkan saja ce Maya, istri simpanan juragan angkot yang bahenol itu yang pernah mengajakku main gila, begitu nafsu sekali saat aku setubuhi. Ce Maya memuji keperkasaan penisku yang mendatangkan kenikmatan itu. Gilanya lagi, perlakuan Cesca padaku, membuat saya menikmati remasan jemarinya yang lentik di penisku. Saya pun membalasnya dengan meremas payudara Cesca dan memainkan putingnya. Dia diam saja dan membiarkan tubuh telanjangnya yang indah itu diraba dan diremas oleh tangan saya. Dhea yang berada dekat dengan kami, tidak tinggal diam, dia pun dengan menempelkan payudaranya yang sekal dan bening itu, menarik turun cd yang saya pakai sampai lepas dari tubuh saya. Akhirnya, kini kami bertiga telanjang bulat, bugil polos. Aku kagum akan tubuh Cesca dan Dhea yang putih mulus, payudara yang mengantung indah dihiasi putingnya yang menawan, dan vagina yang menantang dengan dihiasi bulu kemaluan yang juga pirang itu. Sungguh suatu pemandangan indah yang menarik untuk disantap, sudah tersedia di hadapanku.

Rupanya mereka kagum dengan batang penisku yang sudah membengkak itu, begitu kencang, besar dan panjang.Tak henti-hentinya mereka meremas penisku yang sudah tegang itu dan mengelus biji pelirku. Aku pun membalas perlakuan mereka dengan melingkarkan tanganku pada pundak mereka dan mencomot payudara mereka serta meremasnya lembut.

Memang kontras sekali antara tubuh mereka yang begitu halus, indah, bening bagai pualam, dibandingkan dengan tubuhku yang kurus, kasar dan hitam ini. Kalau di film bokep, ibarat bule dan negro. Kuraba tubuh ke dua wanita bule itu, tanganku meliar menyusuri lekukan tubuh indah itu. Ketika Cesca menciumku, kubalas ciuman itu dengan nafsu yang menggelora. Kuremas bongkahan pantat Cesca yang empuk itu, kupeluk dia begitu rapat dan kucium bibirnya dengan penuh nafsu. Tubuhku dan Cesca berhimpitan saling berhadapan. Dhea pun tidak mau kalah, dia merapatkan tubuh bugilnya yang mulus itu dan memelukku dari belakang. Hangat sekali diriku dihimpit oleh kedua tubuh telanjang cewek bule yang cantik itu. Silih berganti Cesca dan Dhea meremas-remas penisku. Ciumanku pun beralih, bukan saja ke bibir Cesca, tetapi juga ke mulut Dhea. Cesca lalu merendahkan tubuhnya, dan oogghhh…dia menciumi dan menggelitik batang penisku dengan lidahnya.

Nikmat sekali emutan mulut Cesca mempermainkan penisku di dalam mulutnya itu. Sedotannya yang liar membuat aku mengelinjang penuh nikmat. Aku pun tidak tinggal diam, kini payudara Dhea menjadi sasaran mulutuku. Kuciumi sepasang payudara indah itu, kujilati kulitnya yang putih bersih dan kusedot pentilnya yang sudah menegang itu…eeegggssshhhh… Dhea mulai melenguh penuh nikmat. Lenguhan Dhea berubah menjadi keras, ketika jemari tanganku mulai mengerjai vaginanya yang dihiasi bulu-bulu halus itu. Kusentuh vagina Dhea dan kumasukkan jari tengahku, mengobok liang vaginanya, sambil mulutku menyedot puting susunya. Dia melenguh hebat dengan mendongakkan kepalanya dan membuka mulutnya

“Eeeesssshhh…ooouuugghhhh…aahhhsss!!” erangnya
Kukerjai habis tubuh Dhea yang indah itu, sampai dia orgasme dengan jemariku di liang vaginanya. Tubuh Dhea melemas dalam pelukanku, dan dia kembali menciumku dan memelukku sebagai ungkapan terima kasih atas kepuasan yang sudah dia dapatkan dariku. Setelah itu, Dhea berbaring, memposisikan tubuh bugilnya di atas batu itu, tampak kakinya terjuntai ke bawah bersentuhan dengan air.

Sementara itu, Cesca masih terus mengulum batang penisku yang hitam itu. Nikmat tak terkira kurasakan saat ia dengan begitu nafsu menyedot penisku yang disunat dan lidahnya menjilati lubang pipisku. Aku mengerang penuh nikmat, dan kuiringi permainan liar Cesca dengan menggenjot penisku masuk lebih dalam lagi ke dalam mulutnya sampai menyentu tenggorokkannya. Luar biasa sepongan Cesca, penisku mulai berkedut-kedut menandakan ada sesuatu yang mau keluar. Kupegang kepala Cesca dan kutekan penisku di dalam mulutnya dan….aahhhggsss…crrooottt…crrrooooottttt. Kutembak mulutnya dengan cairan spermaku. Cesca pun menerimanya dengan sepenuh hati dan menelan habis spermaku. Ah betapa nikmatnya hidup ini, bila bisa begini terus, apalagi dengan wanita cantik. Badanku pun mulai melemas, dan terus kuperhatikan tindakan Cesca yang masih menjilati kepala penisku, nampaknya dia sedang membersihkan sisa-sisa spermaku dengan lidahnya.

Aku pun tersenyum puas padanya, kuangkat tubuh Cesca, kupeluk tubuh bugil itu dan kucium dia. Dia pun memelukku dengan melingkarkan tangan dipinggangku dan membuka mulutnya, supaya kami dapat berciuman dengan begitu mesra. Sambil berciuman mesra, kuelus bibir vaginanya, kumainkan jari tanganku di sana.
“Eeessshhh….” Cesca mengerang penuh nafsu
Lalu kumasukkan pelan-pelan jemariku ke liang senggamanya. Jemariku yang kasar seperti terjepit daging yang penuh kenikmatan. Kumainkan jariku di dalam vaginanya dan kusentuh lembut klitorisnya
“eeeggghhhsssss… agghhhh!” erangan penuh kenikmatan kembali terdengar.

Kukocok vaginanya dengan jariku, dan tidak lama kemudian….eeesssshhh….aaaa…ggghhh…eeehhhm. Kurasakan jemari tanganku menjadi basah, karena disemprot oleh cairan nikmat yang keluar dari vagina Cesca. Kucium dia dengan begitu mesra, keremas payudaranya yang montok dengan jemariku yang basah karena cairan nikmatnya dan kueluskan ke payudaranya yang montok. Kuremas payudaranya yang sebelah kanan dengan penuh perasaan dan kujilati terus puting susu sebelah kirinya yang merekah itu. Cesca diliputi kepuasan yang indah saat itu. Badannya mulai lemas dan bersender di bebatuan itu. Cesca mengangkat tangannya dan memberi acungan jempol, dan memerlihatkannya ke Dhea. Dhea pun sama, ia pun mengacungkan jempolnya. Mereka memuji pelayananku yang mampu memberi kepuasan pada mereka, terutama atas rangsanganku pada payudara dan vagina mereka.

Setelah dirasa cukup istirahat, Cesca dan Dhea melanjuntukan mandinya. Sedangkan aku istirahat sebentar dengan merokok. Sedang enak-enaknya merokok, saya melihat sekelebatan dari balik semak, ada bayangan seseorang. Cepat-cepat kuambil celana panjangku dan mengenakannya. Lalu saya berjalan ke tempat yang mencurigakan itu. Kubiarkan Cesca dan Dhea meneruskan mandinya sambil telanjang bulat di alam terbuka ini. Ketika aku sampai, ke arah yang mencurigakan itu, akhirnya saya memergoki seorang bapak yang sudah lama saya kenal. Namanya mang Kabir yang usianya sekitar 50 tahunan, yang sering mencari kayu kering untuk memasak atau dijual sebagai api unggun. Rupanya mang Kabir sudah lama mengintip kami.
“Maaf Sep, tadi mamang mau cari kayu kering, lalu mamang ngelihat pemandangan tadi. Mamang jadi pengen ikut nih! Kan ceweknya ada dua. Jangan di sikat semua dong” demikian kata mang Kabir.
“Hehehe si mamang ini bisa aja. Iya tuh, ceweknya juga nafsu banget. Kelihatannya habis ini, saya bisa ngewe sama mereka lagi. Mau ikut mang? Ayo deh telanjang” kataku kepadanya.
“Iya dong, mamang udah kepengen dari tadi….duh anak kasep. Terima kasih yah Sep” kata mang Kabir sambil melepaskan pakaiannya sampai bugil.

Tampak tubuh mang Kabir yang kurus kering, dekil dan hitam legam, dengan kepala yang hampir botak dan ubanan, namun penis yang mengantung di selangkangannya. Lumayan besar penis hitam yang berurat itu, pasti bisa memberi kenikmatan untuk kedua cewek bule itu. Saya pun melepas celana panjang saya, dan bugil.

“Wah…kontolmu gede juga Sep. Yuk dah kita entot tuh bule. Sana kamu jalan dulu ngenalin aku”.
Kami berjalan mendekati Cesca dan Dhea, mereka terkejut melihat saya yang datang membawa mang Kabir dalam keadaan telanjang juga. Akhirnya mereka berdua menerima kehadiran mang Kabir setelah mendengar penjelasanku. Lalu kedua cewek bule itu bersalaman dengannya. Tampak Cesca mulai berbisik ke Dhea, dan mereka pun tersenyum. Tiba-tiba…. Dhea memegang dan meremas penis mang Kabir.

“Wooiii Sep, nih cewek pegang kontol mamang. Heheheehe enak euuyy, mantap!” sahut Mang Kabir
Dhea terkagum-kagum akan penis besar mang Kabir, lalu diciumnya penis itu dan dimasukkannya ke dalam mulut Dhea. Mang Kabir tampak melonjakkan tubuhnya, saat penis hitam bersunat itu dicium dan disedot oleh mulut Dhea. Dhea yang cantik dan menawan itu seolah berubah menjadi wanita liar yang haus akan penis keras mang Kabir.

Sedang enak-enaknya menonton kegiatan Dhea dan mang Kabir, Cesca memeluk saya dari belakang dan meremas penis saya yang sudah tegang itu. Tubuhnya yang indah dengan payudaranya yang montok bersentuhan menyentuh punggung saya. Betapa nikmatnya dipeluk dari belakang oleh wanita bule ini. Kubalikkan tubuhku dan kupeluk erat tubuh putihnya, kami kembali ciuman dengan sangat bergairah, lidah kami saling belit satu sama lain. Kami lalu beranjak sedikit ke tempat dimana tadi Cesca berbaring. Di atas batu yang agak besar itu Cesca berbaring, lalu membentangkan pahanya lebar-lebar memperlihatkan liang senggamanya. Tanpa malu-malu, Cesca memamerkan vaginanya yang indah merekah kepada saya.

Tadinya saya mau langsung membenamkan penis saya ke liang vaginanya, tetapi saya mengurungkan dahulu niat itu. Saya ingin terlebih dahulu menikmati vagina yang menggiurkan itu dan merangsangnya dahulu. Kuciumi vagina itu dengan lembut, dan kujilati bibir vaginanya.
“Eehhh…eshhh…aaaggghh” Cesca mulai mengerang ketika lidahku menciumi vaginanya, apalagi saat lidahku bermain di dalam liang vagina itu.

Lidahku bergerak liar dan menyentil itilnya. Kusikat habis vagina itu dengan mulut dan lidahku. Luar biasa nikmatnya vagina itu, rupanya masih sempit liangnya. Setelah puas menikmati vagina itu, saya pun berdiri dan memandang wajah Cesca yang meredupkan matanya dan berkata lirih

“Sep, fuck me pleaseeee!” Itulah ungkapan mesra yang diliputi birahi luar biasa yang keluar dari mulut cewek bule itu.

“Ok Cesca, I fuck you..”
Aku kemudian berdiri, kupegang penisku yang sudah kencang itu dan kurahkan ke liang vagina Cesca. Kutempelkan kepala penisku di bibir vaginanya, dan pelan-pelan kumasukkan batang penisku ke dalam vaginanya.

“Eeesssshhhha….oh my God, uuuhh!!” Cesca merintih penuh nikmat ketika kepala penisku yang besar membelah bibir vaginanya dan mulai masuk perlahan-lahan, “Ooouugghh slow…ly… Pee…llaannn Sseeeppphhh…. Eeeghh” rintihnya menahan ngilu.
Wah luar biasa sempitnya vagina Cesca, baru masuk sepertiganya saja, sudah terasa. Begitu nikmat remasan liang vagina Cesca, membungkus batang penisku. Kutekan sedikit demi sedikit, sehingga penisku mulai masuk perlahan-lahan.
“Ooouugghhh…Asepphhh…push!!” Cesca kembali mengerang penuh birahi ketika penisku mulai masuk perlahan.

Dan….blleessss, masuklah seluruh penisku sepenuhnya, mentok, ke dalam vagina Cesca. Cesca mengerang lebih panjang dengan tubuh menggeliat ketika akhirnya seluruh penisku yang besar bersatu di dalam liang vagina sempit. Aahhhh, aku pun mulai mendesih. Kunikmati proses masuknya penisku ke dalam liang vaginanya. Luar biasa nikmat dan hangat vagina Cesca. Pelan-pelan kutarik penisku dan kutekan lagi perlahan-lahan.

“Eegghhh…ahhhh..eeeessshhh” Cesca mengerang penuh nikmat.
Gerakanku yang awalnya pelan, makin lama makin kencang dan keras. Kurasakan betapa sempitnya vagina Cesca yang begitu kuat meremas penisku yang besar dan panjang, tetapi ini semakin membuat kami tambah nikmat dalam persetubuhan itu. Kupompa vagina itu dengan desakan memaju-mundurkan penisku yang besar di dalam vaginanya. Dengan bertambah cepatnya saya mengenjot vagina itu, tambah kencang pula Cesca mengerang menikmati persetubuhan ini. Erangan itu mengungkapan perasaan puas yang ada di dalam diri Cesca. Rupanya Cesca sudah tidak kuat lagi, karena terus digenjot akhirnya ia melesakkan tubuhnya ke atas, memejamkan matanya hingga akhirnya....

“I’m coming…oooohh….eehhhh!!” ia mendesah panjang mencapai puncak
Nampaknya ia sudah keluar duluan. Kurasakan tubuhnya yang mulai melemas, berbaring di atas bebatuan yang dialiri air. Kubenamkan dalam-dalam penisku mengorek vaginanya. Terukir senyuman puas di bibirnya.
“Ohh yesss Asep. Luar biasa!” Cesca memujiku.

Kulumat bibir itu dan kuciumi dengan penuh nafsu. Sementara itu, tidak jauh dari tempatku, di daerah air dangkal, saya melihat mang Kabir yang sedang menggenjot vagina Dhea dengan penisnya. Kontras sekali pemandangan yang kulihat, sama dengan pemandangan dimana aku menggenjot Cesca. Mang Kabir rupanya tidak mau melepaskan kesempatan emasnya itu, sambil memegang betis Dhea, dibentangkannya selangkangan Dhea dan dipompanya vagina Dhea yang juga masih sempit itu dengan penuh nafsu. Hal itu membuat Dhea terengah-engah dan mendesis dilanda birahi yang amat nikmat. Tua-tua gitu, Mang Kabir ternyata masih sanggup membuat wanita seperti Dhea menggelinjang nikmat. Sambil menggenjot kulihat si pencari kayu tua itu tangannya tidak pernah lepas dari payudara montok cewek bule itu. Mulut Dhea menceracau tidak karuan dalam bahasa Inggris.

“Fuck me…aaahh…fuck me harder…you dirty old man, eeeennggghh!”

Kini kuminta Cesca untuk berdiri dan memintanya menungging, dia mengikuti perintahku. Lalu kuarahkan penisku ke liang vaginanya…dan bleesss, masuklah penisku menembus bibir vaginanya sampai mentok. Kembali rintihan Cesca terdengar saat saya memajukan dan menekan penis saya dalam-dalam ke liang vaginanya. Kepalanya mendongak ke atas saat penis saya tertanam sepenuhnya di dalam kemaluannya.
Kugerakan dan kupacu erat-erat penisku yang besar menerobos vaginanya, sambil sesekali kuremas pantatnya yang seksi itu.

Saat aku memutar pantat, Cesca mengerang penuh nikmat. Di satu pihak, aku merasa penisku seperti diremas-remas di dalam rongga senggamanya. Di lain pihak Cesca merasa, vaginanya yang masih rapat itu diobrak-abrik oleh penisku yang besar. Sungguh perpaduan yang luar biasa menimbulkan kenikmatan pada kelamin kami masing-masing. Setelah berkali-kali memompa vagina Cesca dengan penisku, saya merasakan sudah sampai waktunya menembakkan spermaku, kupercepat enjotan penisku dan kutekan sedalam mungkin penisku sampai mentok menyentuh dinding rahimnya. Sambil kuremas payudaranya yang montok itu dan….eesshhh croott crrooott crrrooottt, kulepaskan cairan spermaku yang pasti kental dan banyak itu memenuhi liang vaginanya.

Dan pada saat yang sama, kurasakan Cesca juga mencapai orgasmenya…eehhh..aagghhhh… Ada sekitar 6 kali muncratan spermaku di dalam vagina cewek bule itu. Kami diam sejenak, menikmati dahsyatnya persetubuhan antar ras ini. Luar biasa nikmat bersetubuh di alam terbuka ini. Tidak jauh dari tempat kami, kulihat juga mang Kabir sedang berdogie-style ria dengan Dhea, pria tua itu menghela pantatnya dengan cepat sehingga seluruh penisnya yang besar dan hitam itu tertelan di dalam rongga vagina Dhea
“Aaahhh ma….mang ke…lluuaaarrr nneeennngg…ahhh.” Dhea mendesah nikmat tak lama kemudian.
Crooott…crrootttt…..croooottt. Mang Kabir melepaskan spermanya di dalam liang vagina dara Australia itu. Hal itu membuat Dhea kembali sampai pada orgasme untuk yang ke sekian kalinya, mulutnya terbuka lebar, matanya terpejam. Pak Kabir mengangkat tubuh Dhea hingga posisinya berlutut membelakanginya. Tangan Dhea melingkari leher Pak Kabir, ia menengokkan wajahnya ke belakang dan langsung disambut Pak Kabir dengan melumat bibirnya.

“Eeeaaahhh…mmmm…I…am….cooo…mmiiinnggg. Eshhh.” Dhea mendesah tertahan di tengah percumbuannya dengan Mang Kabir.
Mereka pun sudah sampai pada klimaksnya. Kini tampak di hadapan saya, Dhea sedang berpelukan mesra dengan mang Kabir dan saling beciuman penuh nafsu, penis mang Kabir masih terbenam utuh di dalam vagina Dhea.

Persenggamaan ini, membuat kami lelah, sekaligus puas. Tak lama kemudian, saya cabut penisku dari liang senggama Cesca…plookk. Dan kupeluk Cesca dengan penuh mesra, bagaikan sepasang kekasih. Cesca pun menyambutnya dengan memelukku manja dan menciumku. Kemudian aku dan Cesca beranjak mencari tempat yang agak dalam untuk merendam tubuh kami masing-masing yang sudah basah oleh keringat. Sejuk sekali udara saat itu, air pegunungan sungguh memberi kesegaran pada tubuh terutama selepas bersenggama. Kami duduk berendam di tengah kolam merendam tubuh kami hingga sedada. Kembali kami saling berciumanan dan berpelukkan, merapatkan tubuh kami masing-masing dengan begitu erat. Beberapa saat kemudian, datanglah mang Kabir dan Dhea menghampiri kami untuk juga ikut berendam. Kami membersihkan tubuh kami masing-masing di dalam air itu.

Belum juga sepuluh menit berendam, kegatelan mang Kabir kumat lagi, tiba-tiba dia mendekati Cesca lalu memeluknya erat dan menciumnya. Anehnya, Cesca membiarkan perlakuan mang Kabir atas dirinya itu, tidak nampak penolakan sedikitpun. Melihat pemandangan fantastis itu, aku pun tidak tinggal diam. Kutarik Dhea mendekat padaku. Kami kembali berpelukan mesra dan berciuman dalam keadaan telanjang bulat, saling menyerang dalam kenikmatan. Dhea meremas batang kemaluanku yang kembali tegang. Saya pun tidak tinggal diam, tanganku mengelus dan meremas sekujur tubuh indah itu. Kuciumi payudara yang indah itu dan kusedot dengan penuh nafsu puting yang sudah tegang itu. Payudaranya masih tampak merah-merah bekas cupangan dan remasan Mang Kabir

Nafsunya gede juga tuh pak tua, pikirku. Kembali Dhea mendesah penuh nikmat. Desahannya itu begitu seksi dan menggoda, sehingga menuntunku untuk bertindak lebih jauh lagi. Di dalam air,kuelus bulu jembutnya yang lebat itu dan kumainkan jari tanganku di bibir kemaluannya. Tindakanku dibalas oleh Dhea dengan meremas batang penisku dan mengelus bijinya. Aku pun mendapat kenikmatan yang luar biasa. Sementara saya melihat mang Kabir sudah memasukkan penisnya ke dalam vagina Cesca. Dengan penuh nafsu yang meledak-ledak, Cesca menaik-turunkan tubuhnya yang dipangku oleh Mang Kabir sampai air di sekeliling mereka beriak dahsyat. Betapa nikmatnya kedua mahluk itu menikmati persetubuhan yang sensasional. Setelah dirasa, nafsu dalam diriku sudah menuntut pelampiasan, batang penisku yang sudah tegang luar biasa dan Dhea yang sudah duduk di dasar kolam sambil membentangkan pahanya lebar-lebar, kuarahkan batang penisku ke bibir vagina Dhea yang mungil itu.

Perlahan-lahan kumasukkan penisku ke dalam liang senggamanya, membuat Dhea mengerang penuh nikmat. Proses masuknya penisku ke dalam liang vaginanya di dalam air begitu kunikmati, sensasi dinginnya air gunung perlahan berubah menjadi sensasi hangat begitu memasuki liang senggamanya, sungguh nikmat tak terlukiskan. Cantik sekali wajah Dhea saat dia terangsang dan basah kuyup seperti itu, sepertinya dia meminta dan memberikan tubuhnya untuk kusetubuhi.

Aku memajukan pinggulku dan…blleeesss, masuklah kini seluruh batang kemaluanku yang sudah tegang ke dalam vaginanya yang sempit. Kunikmati remasan hangatnya membungkus penisku. Luar biasa nikmatnya kejadian hari ini, dimana aku bisa menikmati dua tubuh cewek bule yang cantik, seksi dan menawan ini. Dengan penuh nafsu, kegenjot vagina itu dengan penisku. Permainanku yang awalnya lembut, berubah menjadi cepat dan liar. Hal ini membuatnya mendesah dan mengerang penuh nikmat
“Yess…agghhh…eeesssshhh…ahhgghh!!”

Suara desahan itu menambah semangatku untuk terus menggenjot vaginanya. Baru sekitar 20 menit aku menggenjot vaginanya, Dhea sudah mengerang sebagai tanda bahwa ia akan mengeluarkan cairan nikmatnya. Kupompa vaginanya dan kudesakkan dalam-dalam penisku serta kuputar pinggulku sehingga penisku seperti mengaduk-aduk vaginanya. Rasanya aku pun mengalami yang sama, akhirnya kutindih tubuh telanjang itu sambil membenamkan penisku lebih dalam. Byur…tubuh kami pun masuk ke ke air, tak lama kemudian,….croot…crrrooottt. Kutumpahkan semua spermaku di dalam liang senggamanya. Dhea pun mengalami yang sama, untuk kesekian kalinya ia sampai pada klimaks persetubuhan ini. Kurasakan vagina Dhea yang sepertinya meremas penisku, dan kucium dia dengan mesra, gelembung udara melayang ke atas dari mulut kami yang sedang berpagutan. Kami akhirnya mengangkat tubuh kami hingga terduduk di dasar kolam setelah merasa sudah membutuhkan udara segar. Aku dan Dhea sungguh mengalami kepuasan yang tak terbayangkan saat itu, sensasi orgasme di dalam air yang sungguh luar biasa.
“Wonderful Asep!” pujinya sambil tersenyum padaku.

Dan kulihat juga mang Kabir dan Cesca yang baru saja menuntaskan syahwatnya. Cesca berlutut di air sementara Pak Kabir berdiri dan menyemprotkan isi penisnya ke wajah si rambut merah yang cantik itu. Cesca membuka mulutnya menerima cipratan cairan putih kental itu dan menelannya, tangannya juga menggenggam batang penis pria itu dan mengocokinya hingga benda itu kembali melemas. Setelahnya Cesca masih memberi cleaning service dengan menjilati penis itu hingga bersih. Betapa beruntung mang Kabir hari ini, dia bisa menikmati dua tubuh wanita bule yang cantik ini. Setelah kami menuntaskan birahi kami, akhirnya kami mandi bersamaan. Setelah mandi, kami hendak melanjuntukan perjalanan kami. Mang Kabir menyampaikan ucapan terima kasih dan berpesan, bahwa sekali waktu ia ingin menyetubuhi kembali Cesca dan Dhea yang cantik menawan itu. Bagiku tidak jadi masalah, dan mempersilahkan mang Kabir datang ke tempat di mana kami berkemah.

Cesca dan Dhea pun setuju untuk kembali melakukan aktivitas sex dengan saya dan Mang Kabir, tapi mereka juga berpesan padanya agar jangan memberi tahu siapapun mengenai persetubuhan tadi, cukup mereka berempat saja yang mengetahuinya.

Akhirnya kami sepakat, akan kembali melakukan persetubuhan nanti malam dan mang Kabir diminta untuk datang sekitar pukul sembilan malam. Karena nanti malam adalah malam terakhir bagi Cesca dan Dhea berada di tempat ini. Dan besok, mereka akan kembali ke Jakarta. Perjalan kami kembali ke tenda, dipenuhi dengan kegembiraan dan kepuasan. Tak henti-hentinya kami saling bercanda, saling pelukan, ciuman, saling raba dan remas anggota tubuh kami masing-masing. Sekitar pukul 4 sore, kami sudah tiba di tempat kemah kami dan kami mau istirahat dulu di tenda masing-masing. Ketika saya berjalan menuju tenda milik saya, Cesca melarang saya ke tenda itu, tetapi ia mengajak saya untuk istirahat di tendanya. Saya tidak menolak ajakan itu, saya hanya meletakkan ransel yang saya bawa dan melepas sepatu untuk diganti sendal di tenda saya itu, lalu saya menuju tenda di mana ke dua gadis bule itu istirahat.

Saya akan istirahat bersama mereka. Aku masuk ke dalam tenda itu, dan…suatu pemandangan yang indah, karena mereka berdua sudah melepas kaosnya masing-masing sehingga badan telanjang mereka dan payudara yang tergantung bebas, kembali saya nikmati. Saya pun tidur di dalam tenda itu dengan ditemani 2 dara Australia yang cantik. Sekitar pk 6.30an sore, kami sudah bangun. Saya yang sudah bangun lebih dahulu, sengaja membuatkan mie goreng untuk mereka. Dan benar saja, saat mereka sudah bangun, mereka langsung menyantap mie goreng buatan saya. Tentu saja Cesca dan Dhea sudah mengenakan kaos mereka masing-masing.

Setelah mie goreng itu habis, kami merokok dan kembali berbincang-bincang. Setelah itu, kami memutuskan untuk mandi di sungai di dekat kami kemping, yang jaraknya hanya 50 m. Karena hari sudah gelap, kami mandi bersama di sungai itu. Karena suasana sepi, maka kami mandi bertiga dalam keadaan telanjang bulat, di sungai itu kami saling menyabuni tubuh kami. Tentu saja suasana mandi itu diwarnai dengan tindakan saling raba dan remas. Setelah 30 menit mandi, kami kembali ke tenda. Cesca dan Dhea hanya melilitkan handuk ditubuh mereka, aku hanya mengenakan celana pendek saja tanpa kaos, dan kami berjalan menuju tempat kemah kami. Sesampainya di sana, kembali Dhea dan Cesca menarik tangan saya untuk masuk ke dalam tendanya. Di dalam tenda itu, mereka melepas handuknya, sehingga tubuh mereka menjadi telanjang bulat. Mereka memeluk saya sambil menurunkan dan melepas celana pendek saya, sehingga akhirnya, saya juga turut bugil bersama mereka. Kami kembali melakukan persetubuhan di dalam tenda itu. Kenikmatan yang tadi pagi sampai siang kami arungi, kini kembali terulang.

Dalam ketelanjangan ini, kami saling raba. Saya mencomot payudara Cesca dan Dhea bergantian dan menciuminya penuh nafsu. Tangan kiri saya mengelus vagina Cesca yang sudah terbuka dan tangan kanan saya merabai vagina Dhea, mereka kembali terengah-engah menikmati service dari jemari tangan saya. Kujejerkan tubuh Cesca dan Dhea, dan kejilati kedua vagina itu bergantian, sampai mereka merasa nikmat. Setelah saya menjilati kedua vagina itu, kini kusiapkan penis yang sudah tegang ini untuk bersatu dengan vagina indah dan sempit ke dua cewek bule itu.

Mereka berdua rebutan untuk menjadi orang pertama yang ditusuk dengan penis saya. Supaya adil, lalu mereka saya undi dengan sekeping uang logam. Dan akhirnya, yang pertama kali akan saya setubuhi adalah Cesca. Betapa senangnya Cesca, mengetahui kalau dia akan menjadi orang pertama yang saya setubuhi. Dia membentangkan pahanya lebar-lebar. Dan akhirnya, saya mengarahkan penis ini ke dalam vagina Cesca. Dan eeeeggghhh…masuklah kini seluruh batang penis saya ke dalam kemaluan Cesca. Genjotanku yang tadinya perlahan, kini berubah menjadi kencang. Tanganku pun, tidak tinggal diam untuk meraba dan menikmati payudara indah itu. Dhea berlutut di sebelah kananku meminta saya untuk mengobok-obok vaginanya dengan jari tangan saya.

Sehingga di dalam tenda itu, selain saya melakukan persetubuhan dengan Cesca, saya pun meraba dan mengocok liang vagina Dhea dengan jemari saya sampai ia menemukan kepuasan. Sedang asyik-asyiknya berthreesome, tiba-tiba terlihat sesosok bayangan dari luar tenda lalu terdengar suara mang Kabir dari luar memanggil kami, rupanya ia mau saja berjalan lumayan jauh dari desa hanya untuk ikut bergabung melakukan persetubuhan lagi. Mang Kabir mengatakan bahwa ia membawa kejutan yang asyik, khususnya untuk kedua cewek bule itu. Dalam keadaan telanjang bulat, aku membuka resleting tenda dan bertiga keluar dari tenda. Kami langsung terhenyak kaget begitu mendapati kejutan yang dimaksud Mang Kabir di luar sana.

Ternyata di luar tenda itu, sudah menunggu sekitar 20an pria dari pemuda tanggung hingga yang rambutnya sudah memutih dari desanya mang Kabir yang sengaja diajaknya untuk menikmati tubuh mulus dan vagina sempit kedua bule yang masih muda dan cantik itu. Cesca dan Dhea saling pandang dengan wajah terbengong-bengong menyaksikan kehadiran mereka.
“Oh Jezz…it’s not good!” sahut Cesca

Wajah-wajah dengan seringai mesum yang telah mengepung kami pun mulai berjalan mendekat.

Tamat


 

#TerlaluDewasa Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger